Category: Dunia Ekonomi


SISTEM KEUANGAN GLOBAL : PENIPUAN, FRAUD & SCAM TERBESAR SEPANJANG SEJARAH MANUSIA….

Hasil gambar untuk sistem keuangan global

Bagi anda yang terbiasa bermain Bisnis Online, Investasi Online, ataupun HYIP (High Yield Investment Program) tentulah tidak asing dengan istilah “FRAUD” & “SCAM”….  🙂

Ya…  FRAUD & SCAM adalah 2 istilah yang identik dengan PENIPUAN. Hanya saja SCAM lebih spesifik lagi…, SCAM merupakan penipuan yang sistematis untuk merampas kekayaan orang lain secara masal…   Kira2 seperti itu lah….  🙂

Ok…

Di dunia saat ini, dalam suatu negara, bisa dipastikan ada 2 pemegang kekuasaan, yaitu….

  1. PEMERINTAH, sebagai otoritas yang memegang kekuasaan Pemerintahan dan membuat peraturan serta UU.
  2. BANK SENTRAL, sebagai otoritas yang memegang kekuasaan moneter. Satu2nya kekuasaan yang mempunyai hak istimewa untuk ngeprint UANG KERTAS di suatu negara.

Namun, selama ini kita hanya mendapatkan pendidikan tentang SISTEM PEMERINTAHAN…  Tidak pernah ada pendidikan yang membahas tentang SISTEM KEUANGAN. Tidak ada materi pendidikan yang membahas tentang sejarah uang, bagaimana proses uang diciptakan & seperti apakah cara kerja sistem keuangan selama ini…?

Dalam hubungannya dengan uang, pendidikan yang kita dapat selama ini hanyalah tentang bekerja atau menganggur, kaya atau miskin, dan ujung2nya hanyalah kapitalis atau sosialis…. Tapi dimanakah pelajaran tentang uang itu sendiri…?

Mengapa selama ini tidak pernah ada pelajaran tentang sistem keuangan…?

Padahal sistem keuangan adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan Masyarakat yang semakin maju ini…, tapi mengapa selama ini tidak ada kurikulum pendidikan tentang sistem keuangan…? Mengapa tidak ada pelajaran tentang sejarah keuangan, proses penciptaan uang, serta cara kerja sistem keuangan…?

Apakah pihak berwenang lupa untuk membuat kurikulumnya…? Atau justru memang ada unsur kesengajaan untuk tidak membuatnya, agar Masyarakat tidak tahu menahu tentang sistem keuangan…?

Saya rasa, tidak mungkin jika pihak berwenang lupa untuk membuatnya… Lantas mengapa selama ini tidak ada kurikulumnya…?

Seorang ahli ekonomi & analis geopolitik, penulis “Currency Wars – The Making of The Next Global Crisis”, James G Rickards pernah mengatakan…

“… yang menjadi masalah adalah Masyarakat tidak tahu & tidak paham tentang sistem keuangan standard emas. Untuk suatu alasan, sistem keuangan dihapus dari kurikulum sejak 35 tahun yang lalu. Kita berada dalam 2 generasi akademis dan sarjana yang tidak pernah mempelajari tentang emas (sistem keuangan standard emas), kecuali jika anda adalah seorang ahli sejarah ekonomi & mempelajarinya.

Saat saya masih di universitas, bahkan saat sudah lulus dari fakultas ekonomi, kita masih berada dalam sistem keuangan standard emas yang cukup fair. Namun saat IMF mulai berdiri, anda bisa lihat bagaimana mereka membiayai suatu negara dan mereka tidak menggunakan standard emas lagi sebagai capital, padahal emas adalah capital tersebut. Anda harus memahami peran emas dalam sistem keuangan yang sudah dihilangkan IMF.

Setelah Nixon menyatakan keluar dari sistem keuangan standard emas di tahun 1971. Maka lulusan2 baru setelah itu, mereka tidak memahami emas. Mereka pikir ini hanya lelucon, mereka pikir emas hanyalah komoditas perdagangan. Mereka tidak mengerti bahwa bagian terpenting dari sistem keuangan telah hilang….”

Dan jawabannya adalah…

TERNYATA SISTEM KEUANGAN GLOBAL YANG DIGUNAKAN SAAT INI ADALAH SUATU FRAUD & SCAM TERBESAR SEPANJANG SEJARAH MANUSIA…!!! Baca lebih lanjut

Mungkin tidak ada orang yang membayangkan jika Nauru, negara kepulauan kecil yang berjarak 4 ribu KM dari Sydney Australia ini, dulunya merupakan negara makmur yang membuat cemburu seluruh dunia. Namun kini, Nauru hanyalah sebuah negara yang sekitar 75 persen wilayahnya sudah tidak layak huni.

Seperti dikutip news.com, kekayaan Nauru bermula saat ditemukannya fosfat atau pupuk yang berasal dari kotoran burung yang berumur lebih dari seribu tahun pada tahun 1960-an. Penemuan tersebut yang kemudian mengundang perusahaan asing untuk membuat tambang di negara tersebut untuk kemudian mengeruk semua persedian fosfat yang ada. Pada era kejayaan fosfat, Nauru adalah negara dengan pendapatan per kapita pendudukan paling tinggi di dunia.

Namun, penemuan sumber daya baru tersebut membuat masyarakat Nauru terlena. Banyak dari mereka yang menghabiskan uang yang dimiliki untuk sesuatu yang tidak mereka butuhkan.

Setelah fosfat yang terkandung di dalam perut bumi Nauru habis, perekonomian negara yang berada di Pasifik tersebut menjadi negara miskin. Bahkan Nauru harus berutang kepada Australia untuk bisa menjalankan pemerintahan. Nauru juga bergantung impor dari negara-negara seperti Australia, India dan Indonesia.

Berikut kisah Nauru, negara terkaya di dunia yang kemudian miskin karena sifat foya-foya warganya:

1. Kaya karena kotoran burung

Penemuan fosil kotoran burung yang berusia lebih dari seribu tahun telah mengubah negara ini selamanya. Pupuk kompos alami itu telah memicu pembuatan tambang pertama oleh perusahaan asing. Baca lebih lanjut

soekarno-039Pada 1961-an, Presiden Soekarno gencar merevisi kontrak pengelolaan minyak oleh asing di Indonesia. Sebanyak 60 persen dari keuntungan perusahaan minyak asing menjadi jatah pemerintah. Kebanyakan gerah dengan peraturan itu.

Menurut sejarawan Asvi Marwan Adam, Soekarno benar-benar ingin sumber daya alam Indonesia dikelola oleh anak bangsa sendiri. Asvi menuturkan sebuah arsip di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengungkapkan pada 15 Desember 1965 sebuah tim dipimpin oleh Chaerul Saleh di Istana Cipanas sedang membahas nasionalisasi perusahaan asing di Indonesia.

Soeharto yang propemodal asing, datang ke sana menumpang helikopter. Dia menyatakan kepada peserta rapat dia dan Angkatan Darat tidak setuju rencana nasionalisasi perusahaan asing itu. “Soeharto sangat berani saat itu, Bung Karno juga tidak pernah memerintahkan seperti itu,” kata Asvi saat dihubungi merdeka.com, Kamis malam pekan lalu.
Baca lebih lanjut

PT Freeport Indonesia adalah satu-satunya korporasi penjajah yang masih eksis dan terjaga di tanah Papua Barat, Indonesia. Neo kolinialisme adalah sebutan yang sangat tepat untuk menggambarkan korporasi pengeruk emas terbesar di Indonesia ini. Bahkan pengerukan tambang Grasberg, yang merupakan tambang emas terbesar di dunia dan tambang tembaga ketiga terbesar di dunia ini, tidak hanya mengeruk tanah tetapi juga mengeruk kemerdekaan rakyat Papua. Akan tetapi apakah ada perbedaan antara neo kolonialisme dan kolonialisme?

Jika kita melihat ke sejarah bangsa Indonesia, kita pasti sangat ingat dengan kolonialisme yang dilakukan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie). Jika dilihat dari pola sistem penjajahan, VOC di Nusantara dapat dikatakan tidak secara langsung menjajah Indonesia, karena VOC menjajah kita lewat para penguasa pribumi. Para pejabat pribumi inilah yang membiarkan bahkan menjaga agar VOC dapat dengan leluasa menguras rempah-rempah dari tanah Nusantara.
Baca lebih lanjut

demo karyawan pt samsung

JAKARTA – Pabrik Samsung Indonesia yang terletak di kawasan industri Jababeka, Kabupaten Bekasi dikabarkan akan hengkang dari Indonesia. Berdasarkan informasi, pabrik Samsung akan pindah ke Thailand dalam jangka waktu tiga bulan ke depan.

Hal tersebut seperti dituturkan sumber terdekat Okezone. Namun, saat dikonfirmasi, pihak Samsung tidak bisa dihubungi untuk mengomentari hal tersebut.

Okezone mencoba mengonfirmasi kabar tersebut ke Vice President Samsung Mobile Andreas Moritz Rompis. Namun telepon selularnya tidak aktif. Selanjutnya, Okezone menghubungi Product and Marcomm Samsung Willie Santoso. “Maaf, saya sudah tidak di corporate communication. Saya sudah ke bagian lain, coba tanyakan ke humasnya,” ujar Willie kepada Okezone, Jumat (30/11/2012).

Okezone pun kembali menghubungi Corporate Marketing di Samsung Electronics, namun kembali susah dihubungi. Adapun hengkangnya Samsung dari Indonesia dikabarkan terkait dengan upah buruh serta keamanan investasi di Indonesia.
Baca lebih lanjut

Aburizal Bakrie. (Foto: Koran SI)

JAKARTA – Aburizal Bakrie merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Dia juga telah mendeklarasikan diri untuk menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang.

Tapi, dilansir dari Forbes, Kamis (29/11/2012), majalah bergengsi di dunia tersebut malah mendepak pemimpin keluarga Bakrie yang akrab disapa Ical ini dari 40 daftar orang terkaya di Indonesia. Apa sebabnya?

Analis mengatakan, penurunan nilai kekayaan keluarga tersebut dipicu oleh strategi utang mereka, termasuk di perusahaan batu baranya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Keputusannya untuk mengambil utang menjadi bumerang ketika harga saham yang digadaikannya kolaps. Baca lebih lanjut

Ilustrasi. (Foto: Widi/Okezone)

JAKARTA – Di tengah kondisi perekonomian global yang masih tidak menentu, ekonomi Indonesia masih tumbuh dan membuat pundi-pundi kekayaan orang-orang kaya Indonesia bertambah.

Tapi, dilematika dunia bisnis juga tak cuma membuat sejumlah pengusaha bertambah kaya, ada juga pengusaha yang malah berkurang kekayaannya.

Secara lengkap, berikut ini daftar 40 orang kaya yang dirilis Forbes, Kamis (29/11/2012).

1. R Budi & Michael Hartono, dengan kekayaan USD15 miliar.

2. Eka Tjipta Widjaja & family. Kekayaannya mencapai USD7,7 miliar.

3. Susilo Wonowidjojo & family, USD7,4 miliar.

4. Anthoni Salim & family, USD5,2 miliar.

5. Chairul Tanjung, USD3,4 miliar. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: