Band Nidji berkesempatan membuat video klip di Manchester United, main bola bareng Kagawa, Valencia dan Rooney. (instagram/giring)
 Sukses meluncurkan album untuk kalangan internasional, grup band Nidji akan lebih sering manggung di luar negeri. Setelah melakukan syuting di Manchester bersama klub Manchaster United, Nidji akan kembali ke sana untuk manggung.
Giring dan kawan-kawan akan berangkat ke Manchester pada 27 Februari mendatang. Ini sekaligus merayakan 11 tahun mereka berkecimpung di industri musik Indonesia.
“11 tahun Nidji akan dimulai dengan rilis video klip, dan tanggal 27 Februari berangkat ke Manchester manggung di sana,” jelas Giring saat ditemui di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta.
Giring juga menyatakan, tahun ini merupakan tahun yang sibuk untuk Nidji. Setelah manggung di Manchester, mereka berencana untuk tur 3 kota di Australia.
“Maret – April manggung 3 kota di Aussie, Perth, Melbourne, dan Sidney. Selesai Lebaran pingin bikin tur konser tunggal untuk merayakan 11 tahun. Kita punya acara TV sendiri, 2013 akan jadi tahun sibuk buat Nidji,” papar lelaki yang identik dengan rambut kribonya itu.
Selama 11 tahun bermusik, menurut Ariel, gitaris, Nidji terus mengeluarkan konsep yang berbeda di setiap album. Dari segi lagu juga mengalami peningkatan dari yang sebelumnya.

“Di setiap album kita berbeda. Itu jadi bagaimana kita membuat aransemen musik, bagaimana sound-nya. Kita ingin di album berikutnya ada konsep ya, tapi belum bisa diumbar,” urai Ariel.

Menurut Giring, rencana konser di dua negara itu memang sudah direncanakan sejak lama. Tahun lalu, Nidji pernah rekaman di Melbourne dan yakin suatu saat akan menggelar konser di negeri kanguru itu. Sedangkan Inggris, mereka memilihnya karena juga pernah syuting bersama Manchester United, yang membuat nama Nidji cukup dikenal.

“Target kita ditonton orang Australia. Pasti ada mahasiswa Indonesia juga, tapi targetnya orang Australia. Kalau yang di Inggris bakal benar-benar ditonton orang asli Inggris,” imbuh Giring.

Ia mengakui, di Australia nanti band-nya akan mulai dari nol lagi, karena masyarakat lokal belum terlalu mengenal mereka. Sementara itu, di Manchester, Nidji akan mendapat panggung yang lebih besar.

“Kita lumayan dikenal di Inggris, karena pernah bikin video klip bareng MU. Kalau di Australia, kita seperti band baru, pertanyaan kenapa namanya Nidji, pasti masih akan ada,” ujar Giring. Meski begitu, ia yakin turnya nanti akan menjadi langkah besar bagi Nidji untuk makin dikenal mendunia.