Irfan Bachdim (c) AFF
Irfan Bachdim (c) AFF

Menurunnya performa Irfan Bachdim bersama Timnas Indonesia disoroti Timo Scheunemann. Menurut pelatih Persema Malang ini, Irfan tertekan dengan sorotan media pada dirinya, yang membuatnya merasa tidak lagi bebas.

Sepintas, tengara Timo ini nampak masuk akal. Dengan penampilan ciamiknya dalam dua laga perdana Indonesia di ajang Piala AFF, plus wajah tampannya, Irfan langsung menjelma sebagai seorang bintang baru timnas Indonesia. Berita olahraga seakan kurang sah apabila tidak membahas lajang kelahiran 11 Agustus 1988 ini, bahkan termasuk sisi kehidupannya di luar lapangan.

“Kasihan Irfan. Dia menjadi tak lagi bebas. Pemberitaan dari media membuatnya tertekan,” terang Timo, seperti dikutip dari JPNN.

“Dia memang masih muda. Tapi dia akan berkembang menjadi pemain yang hebat di masa mendatang,” tambahnya.

Selain Timo, pelatih Timnas, Alfred Riedl juga telah merasakan hal serupa. Menurutnya, sorotan besar-besaran dari media tersebut bakal membuat konsentrasi anak asuhnya terganggu. Buntutnya, Riedl sampai harus melarang anak asuhnya ngomong ke media.

Lebih lanjut, selain masalah tekanan akibat sorotan media, Timo menganggap para gelandang Timnas belum memahami karakter umpan-umpan kesukaan Irfan. Alhasil, mereka kerap melepas umpan yang gagal dimanfaatkan pemain berdarah Belanda itu.

“Gelandang timnas selalu memberikan bola tinggi kepada Irfan. Itu bukan karakternya. Irfan adalah pemain yang menyukai bola-bola daerah. Itulah yang membuatnya kesulitan menciptakan gol lagi. Padahal dia adalah pemain yang bagus,” pungkas Timo.