Permukaan planet Mars. (hdwpapers.com)

Empat miliar tahun yang lalu, Mars adalah dunia yang sangat berbeda. Kala itu langit berwarna biru, awan menggelantung, dan air mengalir. Namun hari ini, planet tersedbut sangat kering dan dingin, serta tidak ada tanda-tanda kehidupan.

Transisi tersebut digambarkan dalam sebuah video yang dirilis oleh NASA. Animasi ini bertepatan dengan peluncuran Maven, yang akan menyelidiki bagaimana hilangnya atmosfer di planet merah tersebut, yang akan sampai di Mars sekitar September 2014.


Saluran sungai dan kawah kuno memperlihatkan  bagaimana dahulu Mars terdapat air. Sehingga, dari hal tersebut memperlihatkan bahwa Mars juga memiliki udara, sehingga mencegah uap air ke angkasa.

Walaupun demikian, keyakinan peneliti tersebut belum sepenuhnya bisa dipertanggungjawabkan, mengingat penelitian terhadap planet merah tersebut masih sangat sedikit.

Menurut Joseph Grebowsky dari NASA Goodard Space Flight Center, ada beberapa teori yang menyebabkan hilangnya air dari planet merah tersebut, seperti tersedotnya lapisan udara ke luar angkasa, ketika planet tersebut kehilangan medan magnetnya.

Sehingga perisai yang melindungi planet tersebut “ditiup” oleh matahari, yang dikenal sebagai angin surya.

Hari ini, planet Mars memiliki suhu yang sangat rendah dengan atmosfer yang tipis, sehingga air hanya ada sebagai padatan es atau uap gas–eir mencair saat planet terkena sinar matahari, kemudian menjadi es saat malam hari–disertai oleh oksidasi besi, yang membuat langit Mars tampak merah. (sumber: businessinsider.com)

Berikut video dari NASA yang memperlihatkan keadaan planet Mars 4 miliar tahun yang lalu: