image

Penggunaan ponsel di dalam pesawat wajib menjadi perhatian seluruh maskapai penerbangan. Sebab dari seluruh daftar kecelakaan pesawat di dunia beberapa di antaranya disebabkan karena ponsel milik penumpang yang masih aktif.

Dari rangkuman merdeka.com, seperti kecelakaan pesawat Cross air LX 498 pada tahun 2000 lalu. Saat itu, kecelakaan menewaskan 10 orang. Setelah dilakukan analisa, penyebab kecelakaan karena salah satu penumpang tidak mematikan ponselnya saat pesawat terbang. Hasilnya ponsel yang diketahui bermerk Saab 340 masuk dan mengganggu sinyal penerbangan.

Setelah dilakukan penelusuran mendalam, benar saja, saat terbang penumpang tersebut sedang mengirimkan SMS.

Hal serupa juga menimpa Slovenia Air yang melakukan pendaratan darurat di Sarejevo. Pendaratan darurat ini terjadi akibat alarm di kokpit pesawat berbunyi terus menerus yang menandakan ada sinyal lain yang mengganggu. Setelah ditelusuri, salah satu penumpang lupa mematikan ponsel di dalam kopernya. Beruntung kecelakaan segera bisa diantisipasi.

Kejadian-kejadian seperti ini seharusnya menjadi pelajaran bagi Kepala BKPM, Zakaria Umarhadi. Jika saja pramugari Sriwijaya Air tidak bertindak tegas, mungkin saja sinyal ponsel Zakaria telah mengganggu penerbangan hari itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pramugari maskapai penerbangan Sriwijaya Air, Febriyani menjadi korban kekerasan setelah dipukul menggunakan koran oleh penumpang. Pemukulan tersebut dilakukan oleh Zakaria Umarhadi yang diketahui Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Daerah Provinsi Bangka-Belitung. Zakaria merasa tersinggung karena diminta mematikan telepon selulernya saat di pesawat.

Setelah pesawat mendarat, Zakaria yang diduga tidak terima dengan peringatan Febriyani mengejar dan memukulnya dengan koran yang digulung. Akibat perbuatannya itu Febriayani melaporkan pejabat itu ke Polda Bangka Belitung. Selain dipolisikan Zakaria juga terancam dipecat dari BKPM.

Zakaria kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Sedangkan Febri telah beraktivitas normal.