Category: Dunia Movies


http://pahlawanfiksi.com/wp-content/uploads/2016/11/

Film Doctor Strange sudah tayang selama dua minggu di bioskop Indonesia. Sudahkah kamu menyempatkan diri menyaksikan kisah Stephen Strange untuk menyembuhkan tangannya?

Bagi yang sudah menonton, tahukah kamu bahwa diantara pemain asia yang bersliweran di Kamar Taj ada satu orang Indonesia yang ikut berperan disana?

“Wah pasti admin becanda nih, kemarin kayaknya gak ada orang Indonesia pas aku nonton” Ada kok.

Pasti sewaktu kamu menonton kemarin, para penonton studio tertawa pada adegan Stephen Strange yang mengira bahwa orang tua yang duduk didepannya adalah Ancient One. Baca lebih lanjut

Thumbnail

NAMA aktor laga asal Indonesia, Iko Uwais kembali ramai diperbincangkan jagat hiburan dunia, setelah masuk dalam daftar pemeran yang akan menggantikan Andrew Garfield pada Spiderman III mendatang.

Dalam laporan Firstshowing, Kamis 12 Februari 2015, ada tujuh orang kandidat calon yang akan memerankan aktor manusia laba-laba itu. Iko Uwais termasuk dalam salah satu kandidat.

Menurut wartawan Firstshowing, Ethan Anderton, berbicara mengenai seseorang yang memiliki kemampuan berkelahi, kecepatan dan kegarangan, Iko Uwais sangat cocok untuk peran Spiderman.

Iko memang memiliki usia paling tua dari seluruh aktor di dalam daftar, tapi ia masih terlihat muda dan sesuai untuk peran.

Tapi perlu dicatat, kata Ethan, pengalaman Iko untuk memainkan film berbahasa inggris sangat minim. “Saya tidak tahu apakah dia bisa melakukannya. Tapi, setidaknya ia bisa menjadi stuntman sebagai Spiderman.”

Iko sebenarnya sudah menjalani syuting di dua film Hollywood, yaitu Beyond Skyline dan Star Wars 7: The Force Awakens.

Adapun enam kandidat aktor lainnya adalah; Nick Robinson (The King of Summer), Thomas Mann (Project X), Anton Yelchin (Star Trek), Donald Glover (The Muppets), Ansel Elgort (The Fault in Our Stars) dan Dylan O’ Brien (The Maze Runner). Dylan disebut-sebut menjadi kandidat terkuat. Baca lebih lanjut

Tak perlu ditanya, soal visual effect film Hollywood memang jagonya. Jika dibandingkan dengan film Indonesia tentu sangat berbeda alias tertinggal sangat jauh.

Dalam sebuah film, visual effect ternyata memang mempunyai peran yang sangat penting. Dengan elemen tersebut film akan terlihat begitu dramatis dan memikat para audien. Tanpa visual effect film akan terlihat hambar dan sama sekali tak menarik.

Bila anda penasaran seperti apakah peran visual effect. Berikut beberapa adegan dari film-film Hollywood yang memperlihatkan begitu pentingnya peran visual effect: Baca lebih lanjut

 

Berkas:Poster Teatrikal The Raid 2-Berandal.jpeg
Film “The Raid 2 Berandal” yang merupakan kelanjutan cerita “The Raid” akan dirilis serentak di Indonesia, Malaysia, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Rusia 28 Maret 2014.

“The Raid 2 Berandal” masih dibintangi Iko Uwais dan Yayan Ruhian. Oka Antara, Tio Pakusadewo, Cok Simbara, Alex Abbad, Roy Marten, dan Julie Estelle juga turut terlibat dalam film bergenre action ini.

Film garapan sutradara Gareth Evans dan rumah produksi Merantau Film ini berdurasi 148 menit. Evans mengatakan filmnya kali ini lebih rumit dan dramatis daripada sebelumnya.

“Adegan yang terdapat di film The Raid 2 Berandal ini menyuguhkan action yang lebih rumit, dramatis, dan mencakup skala yang lebih besar,” kata Gareth Evans dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat malam (21/3/2014).

“The Raid 2 Berandal” juga menghadirkan tiga aktor Jepang yakni Ryuhei Matsuda, Kenichi Endo dan Kazuki Kitamura. Yayan Ruhian yang memerankan tokoh antagonis Mad Dog pada The Raid pertama. Pada film ini memerankan sosok pembunuh bayaran yang mencintai keluarganya.

Selain itu Iko Uwais, aktor sekaligus koreografer film ini mengatakan “The Raid 2 Berandal” lebih lengkap dari film sebelumnya, “film ini lebih lengkap, lebih agresif, lebih kompleks dan lebih dramatis dari film sebelumnya.” Iko juga mengaku ‘seperti bermimpi’ karena Januari lalu film ini tampil di World Premiere Sundance Film Festival di Utah, Amerika Serikat. Baca lebih lanjut

https://i2.wp.com/f.ptcdn.info/138/012/000/1384449040-1471756102-o.jpg

Sepertinya kegembiraan para penggemar kartun Doraemon akan hadirnya film terbaru dari si kucing ajaib hanya sebentar saja, pasalnya film versi 3D bertajuk ‘Stand By Me’ yang akan rilis dalam waktu dekat dikabarkan akan menjadi film penutup antara kisah Doraemon dan Nobita.

Dilansir dari laman kdramastars, diketahui bahwa situs resmi film ‘Stand By Me’ telah mengungkap sebuah teaser video di youtube yang mengindikasi bahwa film ini adalah film perpisahaan.

Selain narator dalam video yang menyatakan bahwa film ‘Stand By Me’ merupakan film 3D pertama dan terakhir dari cerita Doraemon, sosok Doraemon dalam video tersebut juga menyatakan bahwa dirinya sudah tidak bisa tinggal bersama Nobita lagi. Diakhir video, terlihat slogan yang sepertinya ditunjukkan untuk para penggemar animasi ini, “Untuk semua orang yang pernah mengalami masa kanak-kanak”.

Nantinya cerita dalam film akan berfokus pada sosok Doraemon yang meninggalkan Nobita dan bagaimana Nobita bisa menangani segala hal tanpa adanya Doraemon. Kabarnya, cerita film ini akan serupa dengan kisah ‘Toy Story 3′ yang bertemakan tentang perkembangan anak menuju kedewasaan. Baca lebih lanjut

Paul Walker dan para pemain

Meninggalnya Paul Walker, pemeran Brian O’Connor dalam Fast & Furious, mengejutkan banyak pihak. Terutama, para pemain dan kru film itu. Walker meninggal karena kecelakaan mobil di California kemarin, saat pemain dan kru film sedang liburan Thanksgiving.

Seharusnya, Senin ini mereka mulai syuting lagi untuk Fast & Furious 7. Namun, duka mendalam membuatnya tertunda. Sutradara James Wan dalam akun Twitter-nya mengungkapnya, ia tak bisa berbuat apa-apa lantaran terlalu bersedih atas tragedi yang menimpa Walker.

I am so beyond heartbroken right now. I can’t process anything,” tulisnya. Beberapa aktor seperti Vin Diesel dan Dwayne Johnson pun belum sanggup melakukan syuting dalam waktu dekat. Lantas, bagaimana kelanjutan film soal balap mobil yang berbiaya produksi tinggi itu?

Tim rumah produksi Universal Pictures memastikan, produksi fillm itu tidak akan dibatalkan, meski harus tertunda. Namun, hingga kini belum diketahui kapan syuting film akan berjalan kembali. Tim produksi juga tengah mempertimbangkan apakah akan ada revisi skenario terkait peran Walker. Baca lebih lanjut

Taman Lawang Olga

Adegan film “Taman Lawang”. (dok. ist.)

“FILM kayak gitu bisa meledak? Itu rahasia Tuhan.” Itu status Twitter seorang produser, pada 8 November lalu.

Ini berhubungan dengan meledaknya Taman Lawang (TL). Pada hari pertama, TL yang awalnya ditaksir pengamat film Yan Widjaya mengais 10 ribu penonton, di luar dugaan menyedot 30 ribu jiwa. Indikator suksesnya bisa ditilik pada hari ketiga. Film Indonesia biasanya dirilis Kamis.

Sabtu, kita bisa menerawang nasibnya. Jika 50 persen bioskop Jakarta mengurangi jam tayang menjadi dua atau tiga kali show (sehari biasanya lima kali show-red), maka jangan harap bisa meraih 150 ribu penonton. TL sebaliknya. Sabtu (9/11), Cinema 21 Sunter, Arion, Gading, Kalibata XXI, Daan Mogot, Slipi Jaya, dan Blok M Square malah menambah jumlah studio.

Siasat Olga untuk menolak lupa mengingatkan, “Jangan lupa ya, tonton film gue TL di bioskop mulai 7 November.” Sehari, ia nongol setidaknya empat kali di televisi. Acara-acara Olga ditayangkan live. Promosi live mana bisa diedit? Itu didengar ibu-ibu sampai anak-anak. Baca lebih lanjut

Film 1 Lawan Satu, The Raid Versi Malaysia

Tidak mau kalah dari The Raid, Malaysia akhirnya membuat film yang serupa berjudul 1 Lawan Satu.

Kesuksesan film The Raid di Indonesia dan dunia membuat banyak pihak ingin membuat film lain dengan tema serupa. Mereka melihat kesuksesan The Raid sebagai sebuah tanda kebangkitan film-film beladiri. Wajar saja banyak produser dari dalam maupun luar negeri yang akhirnya ikutan untuk membuat film serupa. Salah satunya Malaysia, yang tertular untuk membuat film bertema sama.

Film Malaysia ini berjudul 1 Lawan Satu. Alur cerita film ini memang belum diberitahukan. Namun dari trailer yang sudah diluncurkan beberapa waktu lalu, film bela diri rasa Malaysia ini sepertinya juga akan banyak menampilkan adegan beladiri khas timur. Ya, seni beladiri yang ditampilkan di film Malaysia ini juga pencak silat. Baca lebih lanjut

Jakarta – Memasuki usia ke 30 tahun, Slank akan merilis sebuah fim yang berjudul ‘SLANK the Movie – Nggak Ada Matinya’.

Film yang siap diproduksi oleh Starvision kali ini, akan diperankan oleh beberapa aktor muda, seperti Ricky Harun yang memerankan sosok Kaka sewaktu muda, dan Adipati Dolken memerankan sosok Bimbim.

Menariknya, dalam film tersebut akan menceritakan tentang true story perjalanan grup band yang terbentuk pada 26 Desember 1983 silam. Baca lebih lanjut

Lukman Sardi Tolak Mentah-mentah Peran Eyang Subur

Diakui Lukman, pihak Eyang Subur serius mengajaknya untuk bermain film tersebut. Bahkan, asistennya sudah dihubungi berkaitan dengan film tersebut. Namun bintang film Darah Garuda itu dengan tegas menolaknya.

“Asisten saya bilang dia di telepon oleh mereka (pihak Eyang Subur). Ya, saya sih tidak keberatan kalau nama saya dikaitkan dan dibilang sebagai calon pemain di film itu,” jelas Lukman di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/7/2013).

Namun, itu bukan berarti Lukman mau bermain di film seteru Adi Bing Slamet tersebut. Dengan tegas, ia menolak tawaran. “Saya tidak tertarik. Ada beberapa alasan untuk saya menerima sebuah film, dan saya tidak memiliki ketertarikan apapun di film itu,” tandas Lukman. Baca lebih lanjut

Impian para fans komik dan film superhero untuk melihat 2 tokoh komik terbesar sepanjang masa “Superman” dan “Batman” untuk tampil bersama dalam sebuah film akhirnya akan segera terwujud.

Sutradara Zack Snyder (Man of Steel) lewat ajang Comic Con 2013  baru saja secara resmi mengumumkan bahwa ia akan mempertemukan Batman dan Superman dalam film sekuel Man of Steel nantinya.

Henry Cavill akan melanjutkan perannya sebagai Clark Kent (Superman) seperti di Man of Steel. Sedangkan pemeran untuk karakter Batman sendiri sampai saat ini masih dalam pencarian. Christian Bale sudah dipastikan tak akan kembali sebagai “Batman” seperti dalam trilogi “The Dark Knight“. Baca lebih lanjut


TUJUH puluh lima tahun setelah meledak di dunia buku komik, bau Yahudi masih terasa dalam diri Superman. Bukan hanya karena ia diciptakan oleh dua remaja Yahudi dari Cleveland, penulis Jerry Siegel dan tukang gambar Joe Shuster, yang memulai debut Si Manusia Baja ini pada Juni 1938 di Action Comics No 1. Tapi lihatlah hampir semua akar Yahudi ada dalam diri Superman.

Mulai dari nama Krypton sampai sebuah diskusi panel di Skirball Cultural Center yang bertajuk “Superman Di Usia 75: Seorang Pahlawan Yahudi Sepanjang Masa”.

Dalam acara itu, salah seorang panelis mengemukakan sebuah pertanyaan menarik: ‘Apa agama Superman?’

Larry Tye, penulis buku “Superman: The High-Flying History of America’s Most Enduring Hero”, yang terbit di tahun 2012, mengartiskan semua mitos Superman adalah Yudaisme atau ajaran Yahudi.

“Bukti etnis asal Superman dimulai dengan Kal-El, nama Krypton,” kata Tye. “‘El’ berarti Tuhan. ‘Kal’ ini mirip dengan kata-kata Ibrani untuk suara dan kapal. Bersama-sama, mereka menyarankan bahwa bayi super asing itu bukan hanya orang Yahudi, tetapi sangat khusus, seperti Musa.” Baca lebih lanjut

Pada bulan Mei 2013 nanti, akan dirilis sebuah film Indonesia terbaru bergenre sejarah yang berjudul “Sang Kiai”. Memang film jenis ini sangat jarang sekali diproduksi oleh para pekerja film. Film bergenre drama percintaan dan horor selalu menjadi film nomor satu yang lebih menguntungkan dibanding dengan film sejarah seperti “Sang Kiai” ini.

Namun film garapan sutradara Rako Prijanto ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak bintang – bintang besar yang turut andil dalam pembuatan film produksi Rapi Films ini antara lain Christine Hakim, Agus Kuncoro, Adipati Dolken, Ikranagara, Boy Permana, dan lain – lain.

sinopsis film sang kiai
Sang Kiai

Berikut Sinopsis Film “Sang Kiai” :

Seorang pria memasuki dunia lain. Sedikit pun tak pernah tersirat ia akan berada di tempat ini. Bandara John F Kennedy. Ya, ini New York!Ia melanjutkan perjalanannya dengan mobil. Melewati Manhattan, nafasnya tertahan sejenak: gedung-gedung menjulang, dan puncak Chrysler Building berkilau seperti berlian. Lalu Empire State Building pamer kemegahan. Juga Sungai Hudson, seperti menenggelamkan jiwanya.Bronx, ia juga melewatinya. Sedikit menyurut dari kemewahan Manhattan, di sini lebih banyak kedai cepat saji, pemusik jalanan, dan lalu lalang orang di subway station.

Lepas dari Bronx ia menapakkan kaki di Westchester. Kebetulan saat itu sedang musim gugur. Daun hijau menjelma keemasan, merah muda, merah tua, merah keemasan. Makin romantis dengan terpaan sinar matahari.

“Ini sambutan untuk saya, saya tidak sedang bermimpi,” gumam Iwan Setyawan. Demikian nama lelaki ini.

“Gagap Bahasa Inggris”:
[Review] 'OBLIVION', Kisah Bumi Tahun 2077

Enam puluh tahun pasca perang melawan alien berhasil dimenangkan manusia, bumi bukan lagi tempat yang layak dihuni. Semua penduduknya dievakuasi ke luar angkasa hingga menyisakan seorang teknisi bernama Jack Harper (Tom Cruise) beserta rekannya, Victoria (Andrea Riseborough), yang ditugaskan membersihkan sisa pasukan invasi.

Konflik bermula mendekati akhir penugasan. Tepatnya saat Jack menyelamatkan nyawa wanita bernama Julia Rusakova (Olga Kurylenko) yang hampir terbunuh oleh robot penyelamat.

Pertemuan dengan Julia membawa kenangan Jack berlari ke-60 tahun lalu. Hingga ia menyadari ada konspirasi besar yang tengah berlangsung.

OBLIVION adalah film teranyar Joseph Kosinski yang diadaptasi dari komik duet bersama Arvid Nelson yang tak pernah dipublikasikan. Bersetting tahun 2077, Kosinski bersama tim produksi berhasil membawa kita terpesona dengan detail visualisasi yang hampir tanpa celah. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: