Grup Wali sedang kesal penyebabnya dua lagu hits single mereka Cari Jodoh dan Emang Dasar ,dibajak produser Malaysia. Akibatnya, Wali menyatakan mengalami kerugian hingga Rp. 30 Miliar lebih. Selain itu aransemen dua lagu tersebut diubah menjadi remix. Faank sang vocalis pun kaget mendengar berita tersebut.

Yang membuat mereka bertambah murka dua lagu tersebut diedarkan secara legal dan resmi di sejumlah outlet took musik di Kuala Lumpur,Malaysia. Faank berharap kejadian itu bias diselesaikan secara hokum. Tujuannya, pembajakan tidak terus dilakukan oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Membuat lagu itu tidak mudah butuh proses. Kalau tinggal menjiplak dan mencari keuntungan seperti ini, sama saja dengan tindakan criminal.

Menanggapi aksi pembajakan yang dilakukan pihak negeri jiran, Rahayu Kertawiguna, pemilik label Nagaswara,tempat Wali bernaung,berencana menempuh jalur hokum untuk menyelesaikan kasus ini. Dia juga merasa geram dengan pihak Malaysia yang dinilainya sudah tidak menghormati hak cipta apalagi khususnya musisi Indonesia, karena beberapa waktu yang lalupun penyanyi Afgan lagunya yang bertitle Bukan Cinta Biasa di bajak oleh salah satu perusahaan telekomunikasi Malaysia, Maxis. Apalagi dirinya melihat langsung beredarnya lagu itu dipasaran, yang menurut kabar dihadirkan dalam bentuk kompilasi bersama dengan delapan lagu jawa.

Sungguh benar-benar disesalkan, sebaiknya masalah ini cepat selesai dan kepada pihak pembajak khususnya dari Malaysia, hentikanlah perbuatan yang merugikan itu.