Imajinasi tentang kehancuran bumi tergambar dalam film “2012”. Dalam film ini, manusia larut dalam kepanikan akibat rentetan bencana yang bisa menghancurkan Bumi. Akibat dari film tersebut, isu tentang kiamat pada 2012 menjadi perbincangan. Kabar ini mengacu pada ramalan suku Maya tentang kemungkinan terjadinya kehancuran Bumi. Namun, Clara Yono Yatini, peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) membantah ramalan itu, Selasa (15/12).

Berdasarkan pengamatan Lapan terhadap aktifitas matahari, yang terjadi di tahun 2012 bukanlah kehancuran Bumi. Tetapi yang boleh dibilang terjadi adalah badai matahari. Bencana ini terjadi lantaran adanya ledakan matahari atau biasa disebut flare.

Sekadar informasi, flare hanya bisa berdampak pada terganggunya sistem komunikasi seperti satelit dan tidak menyebabkan kehancuran Bumi. Dampak terhadap gangguan sistem komunikasi pun hanya bersifat dugaan karena efeknya masih bisa diperkecil. Menurut Clara, munculnya fenomena flare sebenarnya merupakan bagian dari siklus matahari.(ASW/AYB)