Perjuangan selama dua bulan terakhir yang dilakukan Pasha, Enda, Onci, Makki, dan Rowman benar-benar tak sia-sia. Lima anak muda yang tergabung lewat band Ungu ini sudah mengorbankan pikiran untuk menuangkan ide kreatifnya dalam sebuah konser yang akhirnya digelar pada Sabtu (24/4) malam. Tak tanggung-tanggung, 5.000 pasang mata yang memadati Singapore Indoor Stadium bisa tersenyum lebar saat menyaksikan konser megah bertajuk Ungu Mega Concert Singapore 2010.

Mengandalkan 18 track andalannya yang diangkat dari seluruh diskografinya, band bentukan 15 tahun silam ini mengemas mega konsernya kali ini ke dalam 3 sesi konsep musikal yang berbeda. Pertama, dengan mengenakan kostum bernuansa bright colors, kelima anak Ungu ini menghadirkan lagu-lagu seperti Bayang Semu dan Ciuman Pertama ke dalam sound yang fun dan akseleratif.

Sesi kedua, sambil duduk di atas kursi bulat, mengenakan kaos dibalut dengan jas hitam, mereka racik tema soft ini dengan balutan musik-musik bernuansa akustik. Menariknya, nomor-nomor seperti Andai Ku Tahu, Laguku, hingga lagu Dengan Nafasmu diaransemen lebih syahdu dan asyik. Sementara sesi terakhir, mereka semua tampil ekspresif dengan busana casual yang dibalut dengan jaket dan jumping. Nah, di sesi ini musik yang disajikan jauh lebih eksperimental!

Puncak dari eksperimen itu adalah bergantinya posisi personil Ungu dari kebiasaan mereka di panggung. Percaya atau tidak, Ungu membiarkan Onci menjadi frontman dan membawakan nomor Saat Indah Bersamamu. Sementara Pasha bermain drum, Rowman dan Makki bermain gitar, sedangkan Enda membetot bass-nya Makki. Formasi tergila yang pernah mereka lakukan untuk sebuah mega konser di Singapura. Untunglah, penonton memberikan balasan yang serupa. Semuanya berdecak kagum!

“Coba di sini siapa yang paling nggak banget di panggung bawain lagu barusan? Yeah… Rowman. Gayanya nggak banget yah,” kata Pasha. Celotehan ini disambut tawa oleh penonton. Sebagai vokalis, Pasha memang luar biasa. Sepanjang Ungu tampil, obrolan di panggung tidak beda dengan panjangnya track list yang mereka siapkan. Jadi jangan heran kalau durasi manggung mereka hampir 3 jam!

Mak (Makki) tolong terjemahin bahasa gue ke dalam bahasa Inggris yah. Kita kan di Singapura nih. Barang kali aja ada yang kurang ngerti dengan bahasa gue kan,” ujarnya dengan Makki di atas panggung. Penonton pun dibuat terpingkal-pingkal oleh gurauan Ungu. “Ternyata yang nonton kita bukan hanya ibu-ibu tapi juga banyak yang dari kalangan teenagers,” sembur Pasha. Chit-chat ini ternyata ditanggapi Onci. “Coba kasih tahu teenagers apa Pasha?” ujar gitaris paling terakhir bergabung dengan Ungu ini. “Yah, masa teenagers aja nggak tahu. Mak, coba… masa teenagers aja nggak ngerti si Onci. Teen itu kan sepuluh, agers itu usia. Jadi yang nonton banyak usianya sepuluh tahun kan,” papar Pasha yang disambut gelak tawa dari penonton. Ternyata gurauan seperti inilah yang akhirnya konser mereka terasa berbeda dan menarik.

Kembali ke track, kejutan belum selesai. Karena seorang penyanyi idola di Asia turut hadir sepanggung bersama dengan Ungu. Yup, siapa lagi kalau bukan Hady Mirza – Penyanyi bersuara merdu ini berkolaborasi dengan indah Pasha dalam lagu Ku Ingin Selamanya dan Cinta Dalam Hati.

Cukup? Ternyata sesi terakhir ini bener-bener membombardir penonton dengan kejutan yang lain. Dua lagu bernuansa dangdut Cinta Gila dan Hampa Hatiku menjadi penutup aksi mereka di Singapura untuk yang kesekian kalinya. Lagu ini pun dikawal dengan sorakan dan goyang dari bangku penonton.

Lalu menghilang dari hadapan penonton yang sudah mengeluarkan biaya SGD 38 sampe SGD 138, ternyata Ungu masih menyisakan encore. Tidak lain Demi Waktu lah ditunggu-tunggu penonton hingga mengharuskan mereka berteriak ‘we want more… we want more…‘ berkali-kali. Tanpa menunggu lama, mereka keluar panggung dan menyudahi aksinya bersamaan dengan nomor yang membawanya menjadi salah satu band terbaik di Indonesia.

Dan salah satu band terbaik ini, menjadi band Indonesia pertama yang berdiri gagah di Singapore Indoor Stadium. Venue yang menjadi saksi kehebatan, Coldplay, Linkin Park, Maroon 5, Black Eyed Peas, Rihanna, Limp Bizkit, Jason Mraz, hingga Rod Stewart waktu beraksi di Singapura. Hmmm… sebuah pertujukan yang akan mereka kenang sepanjang masa dan melegenda sepertinya