Modus penipuan sekarang makin marak saja di Jakarta. Dan sekarang juga makin banyak juga modus operandinya, ada yang berpura2 menjadi orang yang tersesat dan meminta pertolongan di mesjid2 atau di tempat2 umum, yang ujung2nya meminta pertolongan dengan cara meminta sejumlah uang dan banyak lagi jenisnya . Dan mungkin penipuan2 semacam itu sudah sangat sering kita jumpai dengan berbagai macam jenis modusnya.

Dan buat para pengguna Angkutan Kota ( Angkot ) sekarang harus lebih berhati-hati karena makin banyak juga penipuan yang terjadi di Angkot. Satu modus baru penipuan itu adalah modus penipuan menjual burung langka di dalam angkot.

Kronologi cara penipuannya sangat terorganisir, dan membuat korbannya tak menyadarinya.

BERIKUT KRONOLOGI PENIPUANNYA

  • Pelaku penipuan berjumlah 4 orang, pelaku utama adalah orang yang memegang burung ( burung di masukan dalam kertas pembungkus yang di bungkus plastik berwarna hitam ) dan 3 orang pelaku lainnya menjadi penumpang angkot yang nantinya akan menawar harga burung tersebut.
  • Ketiga pelaku yang berperan sebagai penumpang nanti akan naik dibeberapa tempat yang berbeda.
    Dan kita tidak akan menyadarinya kalau sebenarnya mereka adalah pelaku penipuan.
  • Pertama-tama pelaku utama ( yang memegang burung ) tiba-tiba beradegan seperti tergigit burung dan menjatuhkan bungkusan itu, dan burung itu akan terdengar suaranya. Dan akan membuat orang sekitar kaget dan penasaran dengan isi bungkusan itu.
  • Lalu pelaku kedua yang berperan sebagia penumpang akan menanyakan perihal bungkusan itu, pelaku utama memberitahukan kalau dia membawa burung tapi tidak tahu burung apa dan mengatakan kalau burung itu baru saja dikasih saudara.
  • Lalu pelaku ketiga berakting seakan2 dia penasaran dan melihat burungnya, burung itu lalu akan berbunyi sangat bagus.. yang membuat orang terkesima. Dan dengan berakting terkesima pelaku akan mengatakan kalau burung itu adalah burung langka ( biasanya mereka bilang kalau itu burung beo bali ) dan dia berniat membelinya.
  • Pelaku kedua juga akan bertindak serupa dia mencoba menawar burung tersebut, tapi pelaku utama menolak dan mengatakan kalau burung itu mau dijual pada tetangganya  dengan harga tinggi ( biasanya jumlahnya Rp. 3.500.000).
  • Lalu pelaku kedua dan ketiga akan berakting seakan akan terpikat dengan burung tersebut dan berusaha menawarnya.
  • Pada saat itu pelaku ke empat yang naik ditempat berbeda akan ngikut nimbrung di pembicaraan penawaran tersebut. Dia kembali membuka bungkusan burung untuk melihat jenis burungnya , dan sama dengan pelaku kedua dan ketiga dia mengatakan kalau burung itu burung langka dan dia berani membayarnya. Trik ini bertujuan untuk kembali meyakinkan korban kalau burung tersebut memang burung langka yang berharga mahal.
  • Pelaku kedua menawar dengan harga Rp 2.500.000 dan pelaku utama mau memberikannya, tapi pelaku kedua mengatakan kalau dia cuma bawa uang sedikit ( Rp 300 ribu atau 400 ribu ) jadi dia harus mengambil uang kekurangannya terlebih dulu. Tapi pelaku utama menolak dengan dalih dia tidak mau menunggu orang tersebut mengambil uang.
  • Dan dimulai lah trik-trik yang membuat orang disekitar (penumpang lain/korban) merasa penasaran dan mencoba mengikuti pembicaraan tawar menawar tersebut.
  • Pelaku ketiga dan keempat juga berusaha menawar seperti dengan memberikan handphone atau barang berharga lainnya , tapi lagi2 mereka mengatakan kalau handphone atau barang berharga itu tidak dipegang dan jga harus mengambilnya terlebih dahulu, sehingga pelaku utama tidak mau melepas burung tersebut.
  • Dengan akting seakan-akan sangat ingin membeli burung itu pelaku kedua berusaha meminjam uang ke para penumpang ( korban). Dengan catatan nanti penumpang tersebut di suruh memegang terlebih dahulu burung tersebut dan menunggu pelaku kedua balik kerumah untuk mengambil uang.
  • Jika sudah ada orang yang terkena jebakan itu. Misalkan korban memberikan pinjaman Rp 700.000 rupiah. Jadi pelaku kedua akan memegang uang sebesar Rp. 1000.000 (karna sebelumnya dia mengatakan hanya membawa uang Rp 300.00) dan disaat itulah pelaku utama mau merelakan burung tersebut dengan seakan-akan terpaksa. Tapi karna dia sedang butuh uang kas jadi dia mau merelakan.
  • Kembali ke korban, korban nanti akan melakukan perjanjian dengan pelaku kedua. Korban disuruh memegang terlebih dahulu burung tersebut dan menunggu disuatu tempat. Korban yang tidak menyadari penipuan tersebut pasti akan berpikir kalau dia akan untung dengan meminjamkan uang sebesar Rp 700.000. Karna nanti pelaku kedua akan menebus burung tersebut ke korban dengan harga Rp 2.500.000.
  • Dan korban tidak akan merasa tertipu karna korban berpikiran burung tersebut adalah burung langka yang mahal harganya dan pastinya pelaku kedua yang berperan sebagai pembeli itu pasti akan kembali untuk menebus burung tersebut.
  • Dan akhirnya setelah pelaku kedua turun untuk kembali ke rumah mengambil uang. Korban pun akan diturunkan di suatu tempat (sesuai perjanjian) dan disaat itulah para pelaku kabur dan tidak kembali lagi.

Itulah sedikit gambaran penipuan yang terjadi di angkot khususnya angkot berwarna hijau jurusan Serpong-Kali Deres ( penipuan tersebut seringnya terjadi di angkot trayek tersebut). Jadi buat para penumpang yang biasa menggunakan jasa angkot jurusan tersebut untuk berhati-hati dan saran saya hiraukan saja jika ada kejadian tersebut. Dan jika kita terus dipepet kita katakan saja tidak membawa uang.

Kejadian tersebut saya peroleh dari teman saya yang menjadi korban penipuan tersebut dan saya membuat artikel ini bukan bermaksud untuk mengajari anda-anda menjadi penipu dan mempraktekannya tapi agar anda bisa lebih peka dan berhati-hati , dan satu lagi saya menyebut sebuat trayek ( Serpong-Kalideres) juga bukan bermaksud untuk anda tidak menaikinya atau menjadi suuzon terharap para supirnya tapi untuk anda agar lebih berhati-hati karna biasanya penipuan tersebut sudah terorganisir dengan para pengemudinya juga . so terima kasih untuk membaca  semoga bermanfaat