Mencurigakan, Lima WN China Ditangkap saat Secara Diam-diam Ngebor Tanah di Lanud Halim

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Kadispenau, Marsma Wiko memastikan satuan Keamanan Pertahanan Pangkalan (Satkamhanlan) Halim Perdanakusuma telah menangkap tujuh orang tidak dikenal di wilayah Lanud Halim Perdanakusuma.

Berikut kronolgis penangkapan lima WNI China dan dua WNI yang dihimpun oleh tribunnews.com

*Jam 9.45 WIB, satuan Keamanan Pertahanan Pangkalan (Satkamhanlan) Halim Perdanakusumah menangkap 7 orang tidak dikenal diwilayah Lanud Halim sedang melakukan kegiatanpengeboran tanah.

*Kegiatan dilakukan tanpa seizin pihak Lanud Halim. Dari 7 orang tersebut lima diantaranya WNA yang tidak dapat menunjukan paspor.

*Penangkapan yang dilakukan perihal aktivitas illegal Yang dilakukan lima WNA Cina di Wilayah Lanud Halim terkait Proyek Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC).

* Hal ini didasarkan laporan Informasi Intelijen Lanud Halim Nomor R/LI/15/IV/2016 tanggal 26 April 2016 tentang aktivitas ilegal yang dilakukan lima WNA Cina di Wilayah Lanud Halim.

*Pada tanggal 26 April 2016 pukul 09.45 WIB saat dilaksanakan patroli batas wilayah Lanud Halim oleh Seksi Pertahanan Pangkalan ditemukan adanya aktivitas pengeboran tanah oleh 7 (tujuh) orang tak dikenal.

*Masing-masing, 2 WNI dan 5 WNA China di Cipinang Melayu dekat jalan Tol Jakarta-Cikampek (belakang Batalyon 461 Paskhas) koordinat 6º 15’ 12” LS dan 106° 54′ 4”.

*Setelah dilakukan pengecekan diketahui bahwa kelima) WNAChina tersebut tidak memiliki Clearence (perizinan) dari TNI AU dan tidak dilengkapi identitas/paspor.

*Pukul 10.00 WIB kelima WNA China dan dua WNI tersebut diamankan di kantor Intelijen Lanud Halim untuk dimintai keterangan.

Dari hasil wawancara diketahui bahwa ke-5 (lima) WNA Chinatersebut merupakan karyawan PT. Geo Central Mining (PT. GCM) yang beralamat di Pantai Indah Kapuk, Bukit Golf Jakarta Utara yang merupakan counterpart dari PT. Wika (Wijaya Karya) selaku pelaksana proyek KCIC.

*Aktifitas pengeboran tanah tersebut telah berlangung sejak tanggal 22 April 2016 dengan tujuan untuk mendapatkan sample komposisi tanah yang akan digunakan dalam pembangunan beton penyangga rel kereta.

*Ke tujuh orang tersebut masuk ke wilayah Lanud Halim melalui jalan tol Jakarta-Cikampek kemudian menerobos pagar batas tanah sehingga tidak diketahui oleh personel Lanud Halim P.

*Yang bersangkutan tidak mengetahui bahwa tanah tersebut berada di kawasan militer Pangkalan TNI AU Halim karena letaknya yang berbatasan dengan jalan tol.

*Pukul 11.30 WIB salah satu Supervisor PT. Wika datang ke Lanud Halim P, memberikan keterangan sebagai berikut

*Pukul 12.00 WIB personel dari kantor Imigrasi kelas I Jakarta Timur dipimpin oleh. Bpk. Waloejo (Staf Pengawasan Orang Asing) NIP 196302011985031001 datang ke Lanud Halim.

*Memastikan tindakan orang asing tersebut merupakan perbuatan ilegal karena telah masuk ke kawasan militer tanpa ijin dan tidak dilengkapi identitas Paspor.

*Kelima WNI asal China kemudian dibawa ke kantor Imigrasi kelas I Jakarta Timur untuk dilakukan penahanan.

*Beberapa alat bukti dibawa personel Imigrasi tersebut dan sebagian diamankan di kantor intelijen Lanud Halim berupa :
a) Pipa besi : 14 buah
b) Pipa Peralon : 3 buah
c) Peralatan Pengeboran : 1 unit
d) Selang dan kabel-kabel : 1 roll
e) Mesin Diesel : 1 unit
f) Peralatan Las : 1 unit
g) Jerigen berisi solar : 1 buah.(*)

http://jateng.tribunnews.com/2016/04/27/mencurigakan-lima-wn-china-ditangkap-saat-secara-diam-diam-ngebor-tanah-di-lanud-halim

Dikira Tentara China, Ini Identitas Pekerja Kereta Cepat yang Ditangkap TNI AU

Dikira Tentara China, Ini Identitas Pekerja Kereta Cepat yang Ditangkap TNI AU