terlantar

BANYUMAS – Sedikitnya 12 warga Kecamatan Cilongok yaitu   dari Desa Sambirata, Cipete dan Rancamaya “terjebak”  di pulau Kalimantan. Mereka tidak bisa kembali pulang  setelah sebulan tidak ada kejelasan tentang pekerjaan.
Saat ini, mereka  menunggu bantuan karena semua bekal yang dibawa dari rumah sudah habis termasuk uang saku.

Kepala Desa Sambirata, Tarwan menuturkan 12 warga yang terjebak di Kalimantan, 10 orang diantaranya adalah warga Grumbul Ragung Desa Sambirata. Mereka berangkat dari Banyumas pada 4 September lalu dan pekerjaan yang dijanjikan sampai saat ini tidak menjadi kenyataan.

“Saat mereka berangkat,  pihak desa tidak mengetahui. Malah kami mengetahui setelah ada pihak Dinsosnakertrans datang ke balai desa untuk mengecek kebenaran terkait 10 warga Desa Sambirata yang tidak bisa pulang ke Banyumas. Salah satu warga yang terjebak menghubungi Bupati Banyumas dan langsung dicek,”jelas Tarwan, Senin (12/10).
10 warga Grumbul Ragung yang terjebak di Kalimantan adalah Tasimin, Martawirya, Wito, Mahmud, Sodali, Wahid, Samin, Jasman, Sarwin dan Rasam. Setelah dicek bersama pihak Desa Sambirata, lanjut Tarwan, mereka berangkat sejak awal September lalu bersama dua warga luar Sambirata untuk bekerja di Kalimantan Timur.

Sebelum berangkat, lanjut Tarwan, mereka diimingi-imingi uang Rp 500 ribu rupiah.  “Sudah ada komunikasi dari warga yang di Kalimantan. Mereka berada di Desa Lung Melah Kecamatan Telen, Kabupaten kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur. Saat ini mereka berada di PT Astra Argo Lestari Komplek perumahan Fanta SAP, rumah bapak Kasno Haryono,”kata Tarwan, sesuai SMS ang dikirim salah satu warga, Sarmin.
Dia menghimbau  warga supaya jangan mudah terpengaruh iming-iming pekerjaan yang belum jelas. “Awalnya tergiur iming-iming. Apalagi ada uang Rp 500 ribu yang diberikan oknum di depan mata, sehingga sangat menyakinkan,”himbaunya.
Sementara itu, Camat CIlongok Alex Teguh Wibawa melalui Kasi Trantib Fatah Hidayat menjelaskan, selain 10 warga Sambirata, dua warga lainnya yaitu Niksan warga Rancamaya dan Tarmo warga Cipete. Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Dinsosnakertrans yang direncanakan akan dilakukan penjemputan kepada 12 warga Cilongok tersebut secepatnya.

http://www.radarbanyumas.co.id/12-warga-cilongok-terkatung-katung-di-kaltim/