Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan University of Mexico mengungkapkan sebuah temuan baru bagi sejarah peradaban manusia. Sebuah analisa gelombang seismik mengungkapkan adanya “lautan” pada kedalaman 643 kilometer dari permukaan bumi.

Inikah asal muasal air bah yang begitu dahysat dan begitu besar yang terjadi pada jaman Nabi Nuh dahulu? Air keluar dari dalam perut bumi dan menjadi air bah yang menyapu semuanya?

 

Brandon Schandt seorang pakar geofisika dari Univeristy of Mexico menemukan bahwa adanya air jauh di bawah permukaan air. Tapi jangan berpikir lautan tersebut sama seperti samudra di permukaan Bumi sebab air jauh di bawah permukaan Bumi itu tidak dalam bentuk cair, tetapi berikatan dengan mineral.

Dengan adanya penelitian ini, para ilmuwan mengatakan bahwa siklus air di Bumi benar benar terkuak. Petunjuk tentang asal usul air, dan pertanyaan mengapa bumi sebagian besar terdiri dari air juga akhirnya terpecahkan.

Apakah temuan ilmuwan ini menjadi bukti sains kalau memang ada sumber air di dalam perut bumi yang saat itu didorong keluar sehingga menjadi air bah? Umat manusia pelan pelan membuktikan hal hal yang ada di dalam semua kitab suci melalui penelitian sains mereka.

Seorang penulis sains, Brian Thomas dari Institute for Creation Research mengatakan kalau temuan ini memperkuat cerita tentang air bah Nabi Nuh. Di dalam kisah Nabi Nuh di Al Quran dikatakan bahwa pada peristiwa air bah Nabi Nuh, mata air dari kedalaman Bumi pecah sehingga airnya “tumpah” ke permukaan.

Namun dia mengatakan, kalau temuan ini bukanlah verifikasi mengenai apa yang terjadi saat banjir itu, karena masing masing orang mempunyai pendapat mereka masing masing. Namun sepertinya ini sesuai dengan apa yang digambarkan di Al Quran. Kalau menurut anda?

Sumber

hello-pet.com