Muslim India melaksanakan shalat Idul Adha di Jammu, India pada 16 Oktober 2013.

 Pimpinan kelompok Dharm Jagran Manch, Rajeshwar Singh, membuat satu pernyataan kontroversial. Ia menyatakan kelompoknya berencana untuk menghapuskan Islam dan Kristen dari India pada akhir 2021.
“31 Desember 2021 merupakan akhir dari Islam dan Kristen di negara ini,” ujar Rajeshwar.Selain mengutarakan pernyataan kontroversial itu, Rajeshwar juga membuat pernyataan pedas lain terkait Islam dan Kristen. Menurutnya, Umat Muslim dan Kristiani pada dasarnya tak punya hak untuk tinggal di India.

Menurutnya, apa ia utarakan merupakan suara India yang sesungguhnya. Karena itu ia mejadikan penghapusan Islam dan Kristen di India sebagai tujuan kelompoknya.

“Suara terdalam India telah bicara. Tunggu dan lihat saja. 31 Desember 2021 akan menjadi akhir dari Kristen dan Islam di negeri ini. Kami akan mengakhiri Kristen dan Islam di negeri ini pada 31 Desember 2021. Ini tujuan kami,” ujar Rajeshwar.

Selain mengutarakan pernyataan kontroversial terkait penghapusan Islam dan Kristen dari India, sebelumnya Rajeshwar beserta kelompoknya juga pernah melakukan hal kontroversial lain yang masih menyangkut masalah keagamaan. Rajeshwar menyatakan kelompoknya sedang merencanakan program pindah agama massal di kota Aligarh pada saat perayaan Natal mendatang.

Dalam program tersebut, Rajeshwar berencana untuk membuat umat Kristiani di kota Aligarh berpindah keyakinan dan menganut agama Hindu. Program ini langsung menimbulkan kemarahan banyak pihak di India. Banyaknya protes dan kemarahan yang timbul, pelaksanaan rencana ini masih belum diketahui.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/11/08/mvy0ea-muslim-mumbai-dilarang-membeli-apartemen