Aksi damai mahasiswa Riau yang menolak kehadiran Presiden Jokowi di Pekanbaru berakhir ricuh. Polisi membubarkan aksi demonstrasi yang dilakukan di depan Kantor RRI, Selasa (25/11/2014).

Bahkan aparat polisi bertindak tak beretika dengan menyerang mahasiswa di Mushola yang berada di kawasan RRI. Aparat yang tetap menggunakan sepatu masuk ke dalam mushola.

“Musholla yg merupakan tempat paling aman, dinjak-injak oleh manusia berseragam itu. Bahkan, ketika ada yg sdg sholat dan berdoa-pun tak luput dari pukulan,” demikian keterangan dari mahasiswa Riau yang dirilis melalui facebook Kabinet Biru Langit Universitas Riau. (Baca: KRONOLOGI Kebrutalan polisi).

Ien Suyeni, mahasiswa Universitas Riau saksi mata juga turut membeberkan kronologi (via fb-nya):

– Setelah mahasiswa menggelar aksi Damai dilanjutkan dengan sholat bersama yg tempatnya masih didalam RRI
– Pukul 16.30 mahasiswa akan bergerak meninggalkan lokasi aksi saat bersamaan massa aksi yg lain datang untuk bergabung
– Bahwa kabag. Ops. Kompol Manurung memerintahkan anggotanya bersiaga padahal massa sudah mulai akan mejinggalkanblokasi
– Kapolresta dan kabag ops menghadang mahasiswa dan mencoba memprovokatori mahasiswa untuk bubar

– Saat bersamaan tiba2 kabag. Ops menyerang mahasiswa dan diikuti seluruh aparat kepolisian bersenjatakaan rotan.
– Bahwa tidak ada perlawanan sedikitpun yg dilakukan oleh mahasiswa. Tetapi aparat terus menyerang bahkan sampai kedalam tempat ibadah umat muslim.
– Akibat tindakan ini 34 mahasiswa luka2. 6 orang sempat dirawat di rs. Ibnu sina dan rs. Unri.

Aksi represif brutal aparat ini sangat disayangkan. Aparat kepolisian sudah seperti tentara Israel yang beberapa waktu lalu menyerbu Masjid Al-Aqsha. Namun Israel obrak-abrik Al-Aqsha saja tidak pakai mukulin yang lagi shalat.

Inikah bentuk realisasi JANJI KAPOLRI UNTUK PASANG BADAN LINDUNGI JOKOWI?

http://www.pkspiyungan.org/2014/11/menyerbu-mushola-polisi-sudah-seperti.html