PM Xanana Ingin Timor Leste Gabung RI, Ini Tanggapan Jokowi

 

Perdana Menteri (PM) Timor Leste Xanana Gusmao menyatakan keinginannya agar negaranya kembali bergabung dengan pemerintah Indonesia setelah berpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selama 15 tahun. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Xanana saat mengikuti acara HUT TNI di Surabaya, Jawa Timur, Selasa 7 Oktober lalu.

Menanggapi pernyataan tersebut, presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) yang sempat bertemu dengan Xanana dalam acara yang sama mengaku tidak tahu pemimpin Timur Leste berkata demikian. Ia mengaku bertemu dan sempat berbincang dengan mantan aktivis pembebasan Timor Leste itu, namun tidak membicarakan terkait keinginannya kembali bergabung dengan Indonesia.

“Saya ketemu kok di Surabaya, ya ketemu, ngobrol, tanya kabarnya gimana? Timor Leste gimana kabarnya.  Cerita nggak banyak sih, kalau soal itu (keinginan bergabung dengan RI) saya nggak denger‎,” ucap Jokowi.

Setelah disebut kalau Xanana secara terang-terangan menginginkan agar negaranya kembali ke pangkuan ibu pertiwi, Jokowi pun mencoba untuk mengingat-ingat kembali, apakah Xanana pernah berkata demikian.

“Saya lupa, kita banyak sih omong-omongan. Oh iya, terakhir, bilang nanti kita ngomong-ngomong lebih banyak lagi,” kata dia meniru kata-kata yang diucapkan saat bertemu Xanana.

Terkait dengan harapan Xanana, Jokowi mengaku belum mau berkomentar banyak. Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, dia mungkin akan kembali memperjelas apa yang diungkapkan oleh Xanana dalam pertemuan resmi kedua negara setelah dilantik menjadi presiden.

“Wong kita belum berbicara, kalau kita berbicara panjang lebar, apa bilateral negara dengan negara,” kata Jokowi. ‎

Sebelumnya, dalam Acara HUT TNI, Xanana yang datang sebagai tamu undangan mengungkapkan keinginannya agar Timor Leste bergabung dengan Indonesia. Alasannya, negara berjulukan Timor Loro Sae itu butuh sosok pemimpin baru.

“Timor Leste harus bergabung dengan Indonesia, kami butuh pemimpin baru,” tutur Xanana Gusmao di Surabaya, Jawa Timur.

Dia juga mengaku sangat berterima kasih atas undangan yang diberikan pemerintah Indonesia, terutama TNI dalam rangka HUT ke-69 TNI. Mantan pejuang pro-referendum ini juga sangat mengapresiasi kemajuan pesat Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan) yang dimiliki TNI selama kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah Indonesia atas undangan dan kerja samanya selama ini. Saya juga perlu ucapkan Dirgahayu TNI,” terang Xanana Gusmao. (Ein)

Peta Timor Leste (Operationworld.org)

Liputan6.com, Jakarta – Perdana Menteri (PM) Timor Leste Xanana Gusmao menyatakan keinginannya agar negaranya kembali bergabung dengan pemerintah Indonesia setelah berpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selama 15 tahun. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Xanana saat mengikuti acara HUT TNI di Surabaya, Jawa Timur, Selasa 7 Oktober lalu.

Menanggapi pernyataan tersebut, presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) yang sempat bertemu dengan Xanana dalam acara yang sama mengaku tidak tahu pemimpin Timur Leste berkata demikian. Ia mengaku bertemu dan sempat berbincang dengan mantan aktivis pembebasan Timor Leste itu, namun tidak membicarakan terkait keinginannya kembali bergabung dengan Indonesia.

“Saya ketemu kok di Surabaya, ya ketemu, ngobrol, tanya kabarnya gimana? Timor Leste gimana kabarnya.  Cerita nggak banyak sih, kalau soal itu (keinginan bergabung dengan RI) saya nggak denger‎,” ucap Jokowi.

Setelah disebut kalau Xanana secara terang-terangan menginginkan agar negaranya kembali ke pangkuan ibu pertiwi, Jokowi pun mencoba untuk mengingat-ingat kembali, apakah Xanana pernah berkata demikian.

“Saya lupa, kita banyak sih omong-omongan. Oh iya, terakhir, bilang nanti kita ngomong-ngomong lebih banyak lagi,” kata dia meniru kata-kata yang diucapkan saat bertemu Xanana.

Terkait dengan harapan Xanana, Jokowi mengaku belum mau berkomentar banyak. Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, dia mungkin akan kembali memperjelas apa yang diungkapkan oleh Xanana dalam pertemuan resmi kedua negara setelah dilantik menjadi presiden.

“Wong kita belum berbicara, kalau kita berbicara panjang lebar, apa bilateral negara dengan negara,” kata Jokowi. ‎

Sebelumnya, dalam Acara HUT TNI, Xanana yang datang sebagai tamu undangan mengungkapkan keinginannya agar Timor Leste bergabung dengan Indonesia. Alasannya, negara berjulukan Timor Loro Sae itu butuh sosok pemimpin baru.

“Timor Leste harus bergabung dengan Indonesia, kami butuh pemimpin baru,” tutur Xanana Gusmao di Surabaya, Jawa Timur.

Dia juga mengaku sangat berterima kasih atas undangan yang diberikan pemerintah Indonesia, terutama TNI dalam rangka HUT ke-69 TNI. Mantan pejuang pro-referendum ini juga sangat mengapresiasi kemajuan pesat Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan) yang dimiliki TNI selama kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah Indonesia atas undangan dan kerja samanya selama ini. Saya juga perlu ucapkan Dirgahayu TNI,” terang Xanana Gusmao. (Ein)

http://news.liputan6.com/read/2116865/pm-xanana-ingin-timor-leste-gabung-ri-ini-tanggapan-jokowi

Pemberitaan pengenai ungkapan PM Timor Leste tersebut memang masih diragukan kebenarannya dan simpang siur, dan berikut ternyata ada bantahan dari pihak kementrian Lura Negeri Timor Leste tentang ungkapan PM Xanana Gusmao tersebut.

 

 

Timor Leste Bantah Ingin Kembali ke RI

Timor Leste Bantah Ingin Kembali ke RI

Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Timor Leste membantah Perdana Menteri Xanana Gusmao menyatakan Timor Leste ingin kembali ke Indonesia. Pemerintah Timor Leste menegaskan hubungan kedua negara semakin membalik dan saling menghormati. Perdana Menteri
JAKARTA – Pemerintah Timor Leste membantah adanya pernyataan dari Perdana Menteri Xanana Gusmao yang menyebut Timor Leste ingin bergabung ke Indonesia.

“Tidak ada pernyataan bahwa Timor Leste ingin bergabung kembali dengan Indonesia,” kata Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor Leste, Constancio Pinto, dalam siaran pers yang diperoleh Sindonews, Kamis 9 Oktober 2014 malam.

Pinto menuturkan, Xanana ketika menghadiri HUT ke-69 TNI sempat diwawancarai oleh salah satu media di Indonesia.

Menurut dia, Xanana hanya menyatakan terima kasih atas undangan untuk upacara dan kepuasan atas kerja sama yang sangat baik yang terjalin antara kedua negara dan rakyatnya.

Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama keberatan dengan pemberitaan tersebut karena berpotensi membahayakan hubungan Timor Leste dan Indonesia.

Dia mengungkapkan, Timor Leste dan Indonesia telah menikmati demokrasi dalam dekade terakhir dan tidak akan ada demokrasi tanpa tanggung jawab.

Pinto menilai hubungan Timor Leste dan Indonesia telah kokoh berdasarkan prinsip saling menghormati.

“Telah dibuktikan melalui kunjungan timbal balik tingkat tinggi antarpemimpin kedua negara,” katanya.

 

http://nasional.sindonews.com/read/910056/12/timor-leste-bantah-ingin-kembali-ke-ri