jilboobs-facebook

Pernah melihat pengguna hijab di tempat umum? Belakangan hijab telah menjadi tren yang berkembang tak hanya di kota besar, tetapi juga merambah ke kota-kota kecil. Hijab adalah suatu kewajiban bagi wanita muslimah yang taat. Mereka diwajibkan untuk mengenakan penutup di area kepala untuk menutupi aurat atau bagian badan yang tidak boleh kelihatan menurut Islam. Selain itu, pakaian yang dikenakan pun juga menutupi aurat lain seperti lengan dan kaki.

Bahkan, hijab telah menjadi hal yang lumrah di dunia teknologi. Banyak public figure wanita yang mengenakan hijab, mulai dari Dewi Sandra, Marissa Haque, Oki Setiana Dewi, hingga founder Nulis Buku, Aulia “Ollie” Halimatussaidah. Selain Ollie, masih banyak lagi wanita yang telah menjalankan salah satu kewajiban tersebut. Salah satu tim Tech in Asia ada juga yang mengenakan hijab tiap hari.

Namun, meskipun trennya sedang marak, ada banyak wanita di Indonesia yang menggunakan hijab, tapi mengenakan pakaian yang tidak menutupi auratnya, seakan-akan tidak paham makna dari menggunakan hijab itu sendiri. Selain itu, mereka juga sering berfoto dan memamerkannya di berbagai tempat, termasuk media sosial.

Dari fenomena tersebut, muncul sebuah halaman Facebook dengan nama “Jilboobs”. Istilah tersebut merupakan penggabungan dari dua buah kata, yakni “Jilbab” dan – maaf – “Boobs”. Jilboobs ini merupakan nama halaman Facebook yang memamerkan foto-foto wanita yang mengenakan hijab, tapi dengan pakaian yang memperlihatkan lekuk tubuh. Hingga artikel ini dimuat, akun ini sukses menarik 29.186 likes.

jilboobs--facebook-foto

Komentar yang muncul pada tiap foto di halaman ini beragam. Ada yang mendukung, tetapi tak sedikit pula yang menghujat. Seperti yang terlihat di bawah ini.

jilboobs-komentar-facebook jilboobs-komentar-facebookTidak jelas apa tujuan pembuat akun Facebook ini. Sepertinya, tujuan dari sang admin membuat akun tersebut adalah untuk mengingatkan bahwa Jilboobs ini salah. Sayangnya, foto-foto yang dimuat di halaman Jilboobs sepertinya tak jelas asal usulnya. Apakah mengambil dari akun Facebook lain atau bukan.

Untuk mengonfirmasi, penulis Tech in Asia sempat menghubungi admin Jilboobs melalui Facebook. Sayang, sudah sekitar 10 hari Tech in Asia tak mendapatkan jawaban dari sang admin.

Bolehkah halaman Jilboobs muncul?

Secara tak sengaja, jilboobs memang telah menjadi tren tersendiri. Keengganan wanita muslim untuk menutup aurat secara sempurna mungkin hadir karena mereka merasa memakai hijab dapat mengurangi gaya sehari-hari.

Padahal, kini sudah banyak padanan gaya yang membuat hijab tetap menutupi aurat secara sempurna tanpa terlihat kaku dan kurang trendi. Anda mungkin kenal Dian Pelangi? Blogger yang juga menjadi desainer baju muslimah ini adalah salah satu contoh muslimah yang tetap tampil modis meski mengenakan hijab. Selain Dian, adapula Ria Mirada, Indah Nada Puspita, dan masih banyak lagi.

Menanggapi fenomena jilboobs, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa. Kepada liputan6.com, wakil ketua MUI mengatakan bahwa MUI telah mengharamkan Jilboobs.

“Sudah ada fatwa MUI soal pornografi. Termasuk itu tidak boleh memperlihatkan bentuk-bentuk tubuh, pakai jilbab tapi berpakaian ketat. MUI secara tegas melarang itu,” ujar KH Ma’ruf Amin, wakil ketua MUI. Ia juga menambahkan, “Kalau begitu kan sebagian menutup aurat, sebagian masih memperlihatkan bentuk-bentuk yang sensual, itu yang dilarang.”

Kembali ke halaman Jilboobs di Facebook. Bolehkah pemiik halaman ini menyebarkan foto tanpa izin? Tentu saja tidak. Sebenarnya pemerintah telah mengatur hal ini dalam undang-undang. UU ITE telah jelas menyebutkan pada Pasal 27 ayat 1 yang berisi “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.” dan ayat 3 yang berisi “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

jilboobs-uu-ite-facebookSetelah membaca undang-undang tersebut, bisa dibilang halaman Jilboobs di Facebook telah melanggar hukum. Sayangnya, Facebook belum memiliki peraturan yang tegas mengenai hal ini. Namun, Anda dapat mencegah hal ini terjadi.

Jaga foto dan data pribadi Anda di media sosial

Halaman “Jilboobs” menggunakan foto-foto yang kurang jelas sumbernya. Kurang jelas, karena bisa saja diambil tanpa izin dari akun Facebook lain atau mengambil gambar dari Google. Namun, peraturan Facebook tampaknya belum melarang kegiatan ini.

Sebenarnya kejadian ini – mengambil foto tanpa izin dari akun Facebook – dapat dicegah seandainya Anda sebagai pengguna Facebook membaca dengan lengkap peraturan yang dibuat oleh media sosial buatan Mark Zuckerberg ini. Salah satunya adalah dengan mengubah aturan share dari “Public” menjadi “Friends” atau “Custom”. Dengan langkah mudah ini, Anda tentu dapat menghindari foto yang telah di-upload diambil tanpa izin oleh orang lain.

SETTING-PRIVACY-FACEBOOKLangkah lain tentu ada, yaitu dengan berhati-hati saat meng-upload foto pada akun media sosial Anda. Karena Anda tak tahu manakah orang yang bisa saja berbuat yang aneh dengan foto yang ter-upload. Atau yang paling mudah, jangan melakukan hal yang aneh atau melanggar norma dan memamerkannya ke orang banyak melalui media sosial.

(Diedit oleh Yasser Paragian dan Enricko Lukman)

https://id.berita.yahoo.com/jilboobs-halaman-facebook-yang-memamerkan-foto-kurang-senonoh-074955203.html