Heboh istilah Jilboobs di sosial media, berjilbab tapi seksi

Istilah ‘Jilboobs’ merebak di media sosial. Sebutan ini menyindir wanita berjilbab tapi berpakaian ketat hingga lekuk tubuhnya tercetak jelas.

Jilboobs pelesetan dari kata jilbab dan boobs alias dada wanita. Sindiran untuk wanita yang mengenakan hijab tapi masih hobi berbusana seksi.

Menurut aturan Agama Islam, jilbab seharusnya panjang menutupi dada. Pakaiannya pun tak ketat sehingga menyembunyikan lekuk tubuh. Namun para pengguna Jilbobs ini rata-rata mengenakan jilbab pendek di atas dada mereka.

Menanggapi fenomena ini, Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah menyebut rata-rata pemakai jilbab seperti ini baru belajar memakai jilbab. Musni menilai mereka tak bisa terlalu disalahkan karena masih dalam proses berhijab. Namun alangkah baiknya secara pelan-pelan mereka memperbaiki busana sehingga syari.

“Ini sisi perbedaan dari kaum muda yang punya kreasi baru. Sebaiknya tidak menonjolkan hal-hal yang bisa memancing birahi dari laki-laki,” kata Musni.

http://www.merdeka.com/peristiwa/heboh-istilah-jilboobs-di-media-sosmed-berjilbab-tapi-seksi.html

Pemakai Jilboobs seksi karena masih ingin dikagumi pria

Pemakai Jilboobs seksi karena masih ingin dikagumi pria
Berjilbab kini menjadi tren baru bagi kaum remaja. Selain melihat sekelompok artis yang mulai gandrung memakainya, penggunaan jilbab kini dianggap lebih praktis dan mudah. Muncullah tren berjilbab tapi masih berbusana ketat yang menonjolkan lekuk tubuh.

Kini muncul istilah Jilboobs, sindiran untuk mereka yang berjilbab tapi memperlihatkan aurat.

“Remaja itu sangat gandrung fashion, dan kreatif. Jadi kreatif itu sendiri melihat tren pakai jilbab tengah menjadi tren, artis-artis lain pakai,” kata Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah, Musni Umar, saat berbincang dengan merdeka.com.

Walau sudah memakai hijab, namun banyak di antaranya yang ingin tetap menonjolkan bagian-bagian yang dianggap memiliki kelebihan. Hal itulah yang kemudian membuat remaja perempuan masih memilih pakaian-pakaian ketat.

“Kemudian sisi-sisi erotis tetap ditonjolkan untuk menarik perhatian lawan jenis. Ini terjadi di kota-kota besar di tengah kebebasan berekspresi, memakai pakaian modis dari berbagai jenis muncul kreasi-kreasi baru,” tandasnya.

Dengan berjalannya waktu, pakaian hijab yang dikenakan kaum remaja ini mendapat protes keras dari penganut konvensional. Mereka berpandangan, jilbab seharusnya dipakai untuk menutup aurat, bukan sekedar pakaian modis atau menarik perhatian lawan jenis. Musni pun berharap para pengguna Jilboobs memperbaiki gaya busana sesuai syari.

“Sebaiknya tidak menonjolkan hal-hal yang bisa memancing birahi dari laki-laki,” paparnya.

 

http://www.merdeka.com/peristiwa/pemakai-jilboobs-seksi-karena-masih-ingin-dikagumi-pria.html

 

‘Istilah Jilboobs penghinaan bagi perempuan berjilbab’

'Istilah Jilboobs penghinaan bagi perempuan berjilbab'

Istilah Jilboobs menjadi perbincangan di sosial media. Jilboobs adalah sebutan untuk menyindir wanita yang mengenakan jilbab tapi tetap berpakaian ketat hingga bentuk tubuh tercetak jelas.

Wakil Ketua Komunitas Hijabers Depok, Feni mengaku kesal dengan penggunaan istilah Jilboobs. Sebab, kata-kata tersebut merupakan penghinaan bagi perempuan pengguna jilbab.

“Kita rasa terhina,” ucap Feni saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (6/8).

Feni memandang, pemakaian jilbab untuk kaum remaja sendiri masih dalam proses pembelajaran. Sehingga, mereka pun tidak dapat disalahkan sepenuhnya atas penggunaan jilbab yang masih belum memenuhi syari.

“Karena jilbab perlu perlu proses, tidak bisa blek syari. Perlu proses,” tandasnya.

Feni meyakini ada pihak yang sengaja membuat istilah tersebut, apalagi jilbab tengah menjadi tren di kalangan anak muda. Dengan demikian, kaum remaja berpikir ulang ketika akan mengenakan hijab.

“Istilah jilboobs itu ada pihak-pihak yang mau adu domba antara Islam dan kerudung,” ucapnya.

Meski demikian, Feni dan rekan-rekannya sesama pengguna hijab tidak terpengaruh dengan istilah tersebut. Mereka tetap berupaya memperkenalkan pemakaian jilbab di setiap momen.

“Teman-teman alhamdulillah jarang ada dari anggota kita, jilboobs, karena mereka sudah berpendidikan pakai jilbab seperti apa, paling pakai jins, tanpa menunjukkan aurat-aurat. Kalau ada event kita pakai pakaian yang sopan,” tutupnya.

 

http://www.merdeka.com/peristiwa/istilah-jilboobs-penghinaan-bagi-perempuan-berjilbab.html