SPEKTANEWS (Banyuwangi) Brutalisme dan anarkisme seperti telah mendarah daging di perilaku tim relawan pemenangan Jokowi-Kalla. Setelah aksi penganiayaan membabi buta yang dilakukan timses Joko-Kalla pada sejumlah mahasiswa UII di Yogyakarta, dan sejumlah kota lainnya. Kini di Banyuwangi, Jawa Timur, mereka kembali mengulangi aksi brutal dan anarkisnya.

 

Mereka bukan saja diduga telah melakukan sederet intimidasi ‘perang’ terhadap simpatisan Prabowo-Hatta, juga bukan saja telah melakukan perusakan terhadap ratusan spanduk dan baliho Capres-Cawapres nomor urut 1, serta baru saja melakukan perusakan sebuah rumah posko pemenangan Prabowo-Hatta di Banyuwangi, tapi apa yang dilakukan mereka kali ini jauh lebih serius.

Menurut Timses Pemenangan Prabowo-Hatta wilayah Banyuwangi, Makik Sihombing, terlalu banyak perusakan banner baliho dan spanduk yang dilakukan timses Joko-Kalla di wilayahnya, terutama di Desa Plambang, Banyuwangi. Tak lagi terhitung total perusakan spanduk disana.

Namun apa yang dilakukan mereka sebenarnya jauh telah melebihi batas kewajaran.

 

“Terkait banner yang rusak saya masih bisa mengerti. Tapi ini sudah keterlaluan. Belum lagi banyak relawan kami yang diintimidasi.

 

Tim pemenangan Joko-Kalla di Banyuwangi bahkan sudah berani mengancam pendukung Prabowo-Hatta jika sampai pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengalami kekalahan dalam Pilpres, mereka akan melakukan sebuah revolusi (kudeta).

“Bahkan ada yang bilang kalau sampai Jokowi kalah maka akan ada revolusi di Banyuwangi,” kata dia.

 

Timses pemenangan Prabowo-Hatta secara resmi memang belum melaporkan aksi rencana revolusi mereka ke aparat berwenang, namun Makik mengaku telah melaporkan perusakan rumah Posko yang dilakukan timses Joko-Kalla Shubuh tadi, Senin (30/6) ke pihak kepolisian dan juga kepada Panwaslu daerah.

 

“Polisi sudah olah TKP dan masih nunggu hasilnya nanti,” tukas Makik.

– See more at: http://www.spektanews.com/2014/06/timses-joko-kalla-banyuwangi-kalau.html#sthash.cPCIC6uR.dpuf