Metrotvnews.com, Jakarta: Piala Dunia 2014 di Brasil seperti menjadi kuburan buat tim-tim unggulan asal Eropa. Meski pesta terbesar sepak bola sejagad ini baru memasuki babak penyisihan grup, tercatat tiga tim unggulan asal Eropa tersingkir dan gagal lolos ke fase knock out. Dimulai dari juara dunia Spanyol yang tersingkir sejak awal akibat kalah 1-5 dari Belanda dan 0-2 dari Cile. Kemudian menyusul juara dunia satu kali, Inggris, yang kalah dari Italia dan Uruguay dengan skor 1-2. Terakhir, Italia yang tergabung di Grup D akhirnya juga tersingkir dari persaingan. Juara dunia empat kali itu hanya menang lawan Inggris 2-1, sebelum dikalahkan kuda hitam Kosta Rika dan Uruguay, masing-masing dengan skor 0-1.

Memang hal tersebut belum bisa dijadikan patokan tim Eropa tidak akan berprestasi di Brasil. Namun, tak bisa dipungkiri, faktor kondisi alam dan cuaca serta perbedaan waktu antara Amerika Latin dan negara-negara Eropa lebih menguntungkan tim-tim yang berasal dari konfederasi sepak bola Amerika Latin (Conmenbol) dan Amerika Tengah (Concacaf) . Apalagi sejumlah petandingan dimainkan di siang hari. Contoh, saat Italia kalah dari Kosta Rika pertandingan berlangsung pada pukul 13.00 waktu setempat. Usai laga, gelandang Italia Thiago Motta sempat berujar, “Italia kalah karena cuaca, bukan kalah dari Kosta Rika.” Sebuah ungkapan betapa tersiksanya pemain-pemain asal Benua Biru bermain di tengah suhu tropis dengan kelembaban tinggi.

Coba juga tengok partai Portugal versus Amerika Serikat beberapa hari lalu. Saat itu, laga yang digelar di Arena Amazônia, Manaus, sempat dihentikan satu menit untuk memulihkan kondisi pemain yang dehidrasi akibat cuaca. Dan, nyaris saja Portugal menjadi tim unggulan Eropa yang ikutan tersingkir menyusul Spanyol dan Inggris, seandainya pemain belia yang masuk di babak kedua, Silvestre Verola, tidak mencetak gol penyama kedudukan di menit 90+5. Saat itu Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan sudah tertinggal 1-2 lewat gol Jermaine Jones dan Clint Dempsey. Meski unggul lebih dulu lewat Nani di menit 5 babak pertama, Portugal dengan susah payah dan menguras tenaga hingga akhirnya mencapai hasil imbang sekaligus memelihara asa lolos ke babak berikutnya.

Tim Eropa unggulan yang sejauh ini masih stabil penampilannya mungkin bisa disematkan kepada tim Oranje Belanda. Dari tiga partai, skuat Louis van Gaal sukses meraih poin sempurna 9. Salah satu kemenangannya adalah saat Van Persie dan kawan-kawan menundukkan tim Amerika Latin, Cile, dengan skor 2-0. Nanti di fase knock out tim Oranje baru menemui lawan berat, yaitu Meksiko, yang notabene lebih akrab dengan iklim Brasil. Buktinya, skuat Miguel Hererra di penyisihan grup berhasil menahan Neymar dan kawan-kawan dengan skor kacamata 0-0. Saat itu laga berjalan imbang dan kedua tim juga memiliki peluang yang sama dalam mencetak gol.

 

Mungkin patut juga diacungi jempol adalah Prancis dan Belgia. Tim asal Eropa yang diunggulkan di Grup E dan H tersebut juga mengemas poin maksimal dari dua laga. Namun, perlu dicatat, lawan Les Bleus di penyisihan grup, Honduras dan Ekuador, levelnya masih di bawah Karim Benzema dan kawan-kawan. Sementara The Red Devils (julukan Belgia), meski sebagai tim unggulan cukup menemui kesulitan saat bertanding di tengah cuaca panas. Kemenangan atas Aljazair dan Rusia terjadi karena semangat juang Eden Hazard dan kawan-kawan yang tidak menyerah sepanjang pertandingan.

Satu lagi tim favorit Eropa yang belum bisa dipastikan lolos adalah Der Panzer Jerman. Sempat menang telak atas Portugal di laga pembuka Grup G dengan skor mencolok 4-0, Jerman kesulitan saat bertemu dengan tim yang memiliki agresivitas dan fisik prima seperti Ghana. Sempat unggul lewat gol Mario Goetze, Jerman berbalik tertinggal lewat gol Andrew Ayew dan Asamoah Gyan. Beruntung skuat Joachim Loew memiliki Miroslave Klose. Selain berambisi memecahkan rekor 15 gol Ronaldo, Klose yang termasuk veteran, menganggap Piala Dunia Brasil menjadi piala dunia terakhirnya. Jerman pun sukses menahan Ghana dengan hasil imbang 2-2.

Kiprah di Grup G yang berisi Jerman, Portugal, Ghana dan Amerika Serikat, menarik diikuti sampai laga terakhir. Semua tim masih berpeluang lolos ke fase knock out. Peluang Jerman dan AS memang lebih besar untuk lolos. Jika kedua tim bermain imbang, hasil laga antara Portugal dan Ghana pun tak lagi berarti. Portugal yang masih berpeluang lolos membutuhkan kemenangan dengan skor minimal 4-0 atas Ghana. Masalahnya, jika Jerman atau AS saling mengalahkan dengan skor 1-0 sedangkan Portugal hanya menang 2-0 atas Ghana, selisih gol Portugal kalah dan secara head to head skuat Paulo Bento juga kalah. Ghana juga berpeluang lolos jika menang atas Portugal dengan skor besar, asalkan Jerman kalah dari AS. Jika AS kalah dengan skor 2-0 dari Jerman dan Ghana menang 1-0 atas Portugal, Ghana tetap lolos karena unggul selisih gol.

Ya, tiga hari lagi babak penyisihan grup Piala Dunia 2014 akan berakhir. Sebanyak 16 negara akan lolos ke fase knock out. Setiap juara grup akan bertemu dengan runner up grup lain. Sejauh ini baru 11 negara yang lolos ke fase knock out, yaitu Brasil, Meksiko, Belanda, Cile, Kolombia, Yunani, Kosta Rika, Uruguay, Prancis, Argentina, dan Belgia. Di babak sistem gugur ini menarik ditunggu kiprah tim Eropa. Konsistensi Belanda, Yunani, Prancis, Belgia, ataupun Jerman yang kemungkinan lolos layak dinantikan para pecinta sepak bola.

Selain itu, menarik juga ditunggu kejutan-kejutan yang terjadi di negeri para juara sepak bola tersebut. Hingga hari ini, Rabu 25 Juni 2014, sebanyak 116 gol sudah tercipta dari 40 pertandingan. Artinya rata-rata tercipta 2,9 gol per laga, rata- rata yang lumayan tinggi. Selain itu, dari 40 partai yang sudah dimainkan, sebanyak 33 partai berakhir dengan kemenangan dan kekalahan, dan hanya tujuh partai berakhir imbang. Apakah Bosnia yang baru pertama kali berkiprah akan lolos ke 16 besar? Atau Portugal akan menyusul sebagai tim unggulan yang tersingkir? Sejumlah rekor juga diprediksi akan tercipta, seperti torehan gol Miroslave Klose yang akan melampaui gol Ronaldo. Atau kejutan negara Eropa akan terjadi di babak selanjutnya? Hanya satu kalimat, ‘bola itu bulat’, artinya apapun bisa saja terjadi di sepak bola.

 

http://brasil2014.metrotvnews.com/read/2014/06/25/257073/piala-dunia-brasil-kuburan-buat-tim-unggulan-eropa