Schapelle Leight Corby Schapelle Leight Corby

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani, mengaku sangat keberatan dengan kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang membebaskan terpidana kasus narkotika asal Australia, Ratu Mariyuana Schapelle Leigh Corby secara bersyarat.

Menurutnya, ini sangat bertentangan dengan fungsi penegakkan hukum di Indonesia untuk memberantas narkoba.

“Apalagi sejak dulu kan, Pak SBY selalu mengatakan tidak akan toleran terhadap kejahatan narkoba,” katanya kepada Okezone, Sabtu (9/2/2014).

Yani menambahkan, sikap SBY ini bisa menjadi ancaman bagi Indonesia kedepannya. Pasalnya, bisa saja Indonesia akan seperti negara-negara di Amerika latin yang dikuasai oleh jaringan mafia narkoba. “Ini Indonesia bisa jadi surga dunia bagi pengedar narkoba,” tegasnya.

Seperti diketahui, SBY mengeluarkan kebijakan untuk memberikan Corby bebas bersyarat. Dimana, Corby bebas terhitung 8 Februari 2014 bersama dengan 1.291 narapidana setelah divonis selama 20 tahun pada 2006 berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) lantaran menyelundupkan ganja 4,1 kilogram. Belakangan ia terus mendapat pengurangan hukuman menjadi 15 tahun, dan juga mendapat remisi 25 bulan.

http://news.okezone.com/read/2014/02/09/339/938109/gara-gara-sby-indonesia-bisa-jadi-surga-dunia-pengedar-narkoba

SBY Permalukan BNN

Foto: ABC

Partai Golkar menyayangkan keputusan pemerintah yang memberikan pembebasan bersyarat kepada ratu mariyuana asal Australia, Schapelle Leigh Corby. Keputusan tersebut dianggap bertentangan dengan komitmen seluruh elemen bangsa terkait pemberantasan narkoba.

Inpres Nomor 12 Tahun 2011 itu pada instruksi kedua poin (d), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan kepada bidang pemberantasan untuk fokus pada upaya penyelidikan dan penyidikan, penuntutan, dan peradilan jaringan sindikat narkoba, baik dalam maupun luar negeri, secara sinergi.

“Namun, faktanya berbeda dengan realita di lapangan. SBY bukan saja tidak mendukung implementasi inpres itu, tetapi justru mempermalukan dan memperlemah fungsi serta tugas BNN dan masyarakat dalam memberantas narkoba,” kata Wakil Sekjen Partai Golkar Tantowi Yahya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (7/2/2014).

Terhitung Sabtu 8 Februari 2014, Corby akan menghirup udara bebas. Untuk menutupi kebijakan keliru itu, pemerintah membebaskan Corby bersama dengan 1.699 narapidana lainnya, agar keputusan ini terlihat berlaku adil.

“Padahal, sama sekali tidak jelas dan bertentangan pemberian grasi itu. Jadi Partai Golkar akan terus mempertanyakan hal ini kepada pemerintah agar masyarakat tahu seberapa kuat komitmen pemerintah,” tegas anggota Komisi I DPR RI ini.

http://news.okezone.com/read/2014/02/07/339/937379/sby-permalukan-bnn