https://toelank.files.wordpress.com/2013/12/01bf6-kuis-kebangsaan-win-ht.jpg

ANDA rutin nonton Kuis Kebangsaan yang tayang di RCTI saban jam 9 pagi dan pukul 5 sore?

Well, di situs bagi-bagi video Youtube, terekam sebuah momen dari Kuis Kebangsaan episode pagi (di video dikatakan episode yang tayang 7 Desember) yang membuat kita, penonton di rumah bertanya-tanya.

Pada sebuah segmen kuis penelepon di rumah, pembawa acara Tiffany Orie menerima telepon dari seorang penonton pria yang mengatakan dari Trenggalek, Jawa Timur. Belum ditanya apa pertanyaannya, si penelepon langsung menjawab, “Istana Maimun!”

Sang host terlihat pucat sebentar tapi kemudian mampu menguasai keadaan, meminta penelepon memilih deret huruf yang tersaji dilayar untuk mendapat pertanyaan.

Pertanyaan kemudian dibacakan salah seorang pengisi kuis, “Istana yang menjadi salah satu ikon kota Medan dan dibangun pada tahun 1888, A. Istana Maimun; B. Gedung Sate; C. Museum Gajah?”

Jawabannya tentu saja: “A. Istana Maimun!” kata si penelepon.

Hmmm… kok bisa ya di awal langsung menebak Istana Maimun?

Sumber ; http://id.omg.yahoo.com/news/video-dari-kuis-kebangsaan-rcti-ini-bikin-kita-100423303.html

Menyikapi kehebohan tersebut berikut klarifikasi dari pihak Kuis Win HT .

 Pihak penyelenggara Kuis Kebangsaan RCTI membantah anggapan adanya unsur pengaturan (setting-an) dalam acara itu. Klarifikasi disampaikan setelah acara tersebut ramai dibicarakan di media sosial.

Melalui akun Twitter-nya, @kuiskebangsaan, penyelenggara acara mengatakan, pihaknya selalu melakukan simulasi dengan penelpon sebelum menayangkannya secara langsung. Pada simulasi itu, penyelenggara acara memberikan pertanyaan, bukan jawaban. Simulasi ini bertujuan memastikan kualitas jaringan telepon dalam kondisi bagus.

“Setelah simulasi berjalan dengan baik, baru kemudian kami menampilkan kuis tersebut live. Namun kami tegaskan tidak pernah ada settingan dalam kuis ini,” kicau @kuiskebangsaan, Selasa (10/12/2013).

Terkait adanya penelepon yang menjawab sebelum pembawa acara mengajukan pertanyaan, @kuiskebangsaan mengatakan, hal itu disebabkan euforia peserta.

“Krn ingin cpt menjwb pertanyaan,sesuai dngn simulasi sblumnya,” kicaunya.

Sebelumnya, dalam sebuah video yang diunggah di Twitter dan Kaskus, Syaifudin, peserta kuis asal Trenggalek, Jawa Timur, melontarkan jawaban sebelum pembawa acara mengajukan pertanyaan.

“A. Istana Maimun,” kata Syaifudin.

Pembawa acara pun sempat sedikit terkejut.

“Huruf apa Pak? Bukan, Pak. Ini dia nih. Bapak boleh pilih dulu huruf (W, I, N, H, T) yang ada di sebelah saya. Silakan,” kata Tifanny, pembawa acara, seraya menunjukkan pilihan huruf yang dapat dipilih Syaifudin.

Syaifudin terdengar kebingungan, dan sempat berujar, “Ooh…”

Setelah berpikir sejenak, Syaifudin pun akhirnya memilih pertanyaan yang berada di balik huruf “H”. Setelah itu, Syaifudin pun diajukan pertanyaan sebagai berikut: “Istana yang menjadi salah satu ikon Kota Medan dan dibangun pada tahun 1888 adalah?” Di bawah pertanyaan, ada tiga pilihan, yaitu; A. Istana Maimun; B. Gedung Sate; C. Museum Gajah.

Syaifudin pun kembali mengulang jawaban, “A. Istana Maimun”, yang dinyatakan benar.

Yoel, peserta asal Medan pun sempat melontarkan jawaban sebelum pertanyaan dibacakan.

“A. MT Haryono.”

Akhirnya, pembawa acara pun mengingatkan Yoel untuk memilih pertanyaan terlebih dahulu. Yoel pun sempat memilih huruf “A”. Padahal, di layar kaca, tak ada huruf A. Huruf yang tersedia adalah W, I, N, H, T.

Akhirnya, Yoel memilih huruf “W”. Pertanyaan pun diajukan, “Selain Ahmad Yani, siapa yang termasuk dalam 7 pahlawan revolusi?” Selanjutnya, terpampang tiga pilihan, yaitu; A. MT Haryono; B. Gatot Subroto; C. Selamet Riyadi.

Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi pun sempat mengomentari kuis tersebut melalui akun Twitter-nya, @BurhanMuhtadi. “HaHaHa lucu banget :)” kicaunya.

Begitu pula Leksa, melalui akun Twitter-nya, @leksa. “Haha. udh kampanye pake kuis, setingan pula. Eh ketahuan lagi :))”

Tak hanya Twitter, acara ini juga dibicarakan di situs Kaskus.

Seorang “Kaskuser” dengan akun momod.palsu pun melontarkan kritik terhadap kuis ini. “Baru bakal calon aja kampanye pembohongan publik lagian ngebet amat sih mau jadi pemimpin negara mana yang punya tuh tipi gonta-ganti partai lagi percuma ngabis-ngabisin duit buat kampanye ga bakal kepilih loh.”

Akun lainnya, valach, pun menimpalinya. “Dari awal ane udah tau klo orientasi acara ini memang bukan kuis tp kampanye! awalnya aja udah tipu2 apalagi ntar klo udah jadi.”

Begitu pula pengguna Kaskus berakun SaintBuster. “Belum jadi presiden aja dah bikin acara yang nipu rakyat. Gimana kalo dah jadi?”

Saat ini, video Kuis Kebangsaan terkait telah dihapus di Youtube. Namun, dua video ini masih bisa ditonton di sini.

Kuis Kebangsaan ditayangkan secara langsung di RCTI. Kuis ini dikatakan bertujuan untuk menguji wawasan dan pengetahuan warga tentang Indonesia, baik sejarah, geografi, Pancasila, pengetahuan umum, maupun informasi terkini. Kuis ini disponsori oleh pasangan kandidat calon presiden-calon wakil presiden Wiranto-Hary Tanoesoedibjo yang diusung oleh Partai Hanura.

Setiap peserta diminta memekikkan kata kunci (password) kuis, yaitu “Bersih, Peduli, Tegas”. Kata kunci ini merupakan salah satu jargon yang diusung Wiranto-Hary Tanoe. Setiap peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar mendapat hadiah, seperti kamera, dispenser, dan lainnya.

Sumber ; http://nasional.kompas.com/read/2013/12/10/2032042/Kuis.Kebangsaan.Win-HT.Klaim.Tak.Ada.Setting-an