Daniel Mananta saat peluncuran lini busananya. (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
 
 
VIVAlife – Presenter Daniel Mananta menghadapi permasalahan bisnis. Lini busana keluarannya, Damn! I Love Indonesia dibajak di Singapura.
 
Kejadian itu bermula dengan beredarnya foto desain yang diciptakan bersama rekannya telah digunakan di negara itu tanpa izin. “Gue sempet kaget banget pas desain kami sudah ada di Singapura. Kami sudah lima tahun dan sudah dapat sertifikat dari HAKI,” ucapnya saat ditemui di kawasan Tomang, Jakarta Barat.
 
 

Padahal, ia dan rekan bisnisnya, Win Satrya sedang dalam proses pembuatan trademark ke luar negeri. Menurutnya, desain yang digunakan di Singapura itu kemiripannya melebihi 25 persen.
 
“Ketika kita sudah desain dan trademark dan register. Kalau ada 25 persen perubahan ya itu bisa dimaklumi, tapi kalau dilihat dari desain Damn! I Love Singapura sudah lebih dari dari 25 persen. Itu bisa disebut pembajakan. Tapi kita harus lihat dulu kasus ini. Karena kami sudah register semuanya secara brand juga. Lebih-lebih ada lambang grap and go yang itu adalah jenis toko kami,” tuturnya.
 
Daniel menyatakan, soal pembajakan dirinya sebenarnya sudah mengetahui sejak tiga tahun lalu. Hanya saja pembajakan itu masih dalam skala kecil.
 
“Kayanya pembajaknnya sudah kayak nggak tahu malu untuk ngebajak. Sedih sih. Karena Damn! I Love Indonesia punya misi untuk memperkenalkan budaya Indonesia,” ungkapnya.
 
Meski sudah berbicara dengan pengacaranya, Daniel dan rekannya tidak akan langsung membawa masalah ini ke meja hijau. Ia lebih memilih untuk melakukan pendekatan personal terlebih dahulu. Ia dan pengacaranya akan mendatangi toko-toko yang menjual desain tersebut di Singapura.