image

Seorang wartawati asal Belanda menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual saat meliput demonstrasi menentang pemerintah Mursi yang berakhir ricuh di Kairo, Mesir. Korban yang diidentifikasi berusia 22 tahun diperkosa beramai-ramai oleh lima pria saat meliput aksi kekerasan di Tahrir Square pada Ahad (30/7). Akibatnya, korban mengalami syok berat dan harus menjalani operasi.

Dina Zakaria, seorang jurnalis Mesir melaporkan kepada Egypt 25, wartawati asal Belanda itu diperkosa oleh sejumlah pria yang menyebut diri mereka revolusionis.

“Kondisi dia (wartawati_red) saat ini mengalami trauma hebat dan sekarang dia masih di rumah sakit,” kata Zakaria menulis di laman FBnya seperti dikutip dari Whatoday.

Sementara itu, aktivis kekerasan dan pelecehan seksual mencatat sebanyak 44 kasus kekerasan terhadap perempuan telah terjadi sepanjang Ahad malam. Angka ini merupakan tertinggi sejak kelompok tersebut dibentuk pada November 2012.

Selain wartawati Belanda, mereka juga melaporkan adanya kejahatan serupa yang dilakukan terhadap seorang nenek dan anak berumur 7 tahun.

Laporan tersebut dikemukakan Jeremy Bowen, editor BBC untuk kawasan Timur Tengah lewat Twitter yang dikutip laman The Sun, Selasa (2/7).

“Atmosfir revolusi rakyat hilang akibat perbuatan beberapa orang. Kekerasan seksual jadi biasa, tak terlihat polisi,” tulis Jeremy.

Kawasan Tahrir Square menjadi pusat berkumpulnya jutaaan massa yang marah akibat sikap Presiden Muhammad Mursi yang menolak meletakan jabatan meski telah didesak militer. Petinggi militer mengancam akan melakukan kudeta jika dalam waktu 48 jam Mursi tak mengikuti desakan rakyat Mesir.

Tak hanya perempuan lokal, kawasan Tahrir Square menjadi momok wartawati asing setelah pada 2011 koresponden CBS Lara Logan diserang 200-an orang.

Para penyerang merobek pakaian Logan hingga telanjang kemudian merabannya selama 40 menit, dan baru berhenti setelah puluhan perempuan Mesir mengusir mereka.