elclasico melayu

Partai klasik antara Indonesia vs Malaysia akan tersaji pada pada penyisihan Grup B Piala AFF 2012, Sabtu, 1 Desember 2012. Kedua tim dari negara bertetangga ini akan adu kekuatan di Stadion Bukit Jalil, Malaysia demi mendapatkan tempat di babak semifinal.

Rivalitas Indonesia dan Malaysia di lapangan hijau memang sudah sering terjadi. Hingga saat ini, kedua negara sudah 55 kali bertemu di berbagai ajang. Hasilnya berimbang. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengantongi 18 kemenangan dan sisanya berakhir seri.

Di Piala AFF, Indonesia dan Malaysia juga sudah tujuh kali bertemu, termasuk 4 pertemuan saat turnamen ini masih bernama Piala Tiger. Hasilnya kedua tim kerap saling mengalahkan, tak pernah terjadi hasil imbang. Indonesia menang 4 kali, sedangkan Malaysia 3 kali.

Dari tujuh laga tersebut, dua kali Indonesia bertemu Malaysia di kandangnya, Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Indonesia menang sekali, yakni pada leg kedua babak semifinal Piala AFF 2004. Saat itu, Indonesia menang 4-1 setelah di leg pertama tertinggal 1-2. Sayang Indonesia gagal juara setelah di final kalah dari Singapura.

Dua tahun lalu, Malaysia membalas kekalahan ini saat kedua tim bertemu di babak final leg pertama. Saat itu, timnas dipaksa menyerah 0-3 di Stadion Bukit Jalil. Kekalahan ini cukup mengejutkan mengingat di babak penyisihan Grup A Indonesia berhasil membantai Malaysia dengan skor telak 5-1 di Gelora Bung Karno.

Indonesia memang berhasil memenangkan leg kedua dengan skor 2-1. Namun hasil ini tidak cukup untuk mengantar Indonesia ke tahta juara setelah kalah agregat 2-4 atas Moh Safe Sali dan kawan-kawan.

Legenda hidup timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto yang menyumbang satu gol bagi kemenangan timnas di Bukit Jalil 2004 lalu telah merasakan beratnya duel di Negeri Jiran. Menurutnya, tekanan dari publik tuan rumah menjadi tantangan tersendiri bagi timnas.

“Jangan takut kalah dan merasa terbebani. Nothing to lose. Jaga terus kepercayaan diri tapi tidak usah berlebihan,” pesan Kurniawan kepada skuad Garuda yang tampil di Piala AFF 2012.

Tetap Incar Kemenangan
Pada Piala AFF tahun ini, Indonesia sedikit di atas angin. Kemenangan 1-0 atas Singapura dan hasil imbang 2-2 melawan Laos membuat Merah Putih berada di puncak klasemen Grup B dengan 4 poin. Untuk melaju ke semifinal, Indonesia hanya butuh hasil imbang saja.

Sebaliknya, Malaysia justru berada dalam tekanan setelah di laga perdana kalah 0-3 dari Singapura. Kemenangan 1-4 atas Laos pada laga kedua hanya mampu membuat Malaysia menempati posisi ketiga Grup B. Untuk lolos ke semifinal, Malaysia butuh kemenangan. Hasil imbang hanya membuat tuan rumah bergantung pada hasil laga lain yang mempertemukan Singapura dan Laos, Sabtu, 1 Desember 2012.

“Kami tidak berbicara mengenai hasil imbang. Kami harus mengupayakan segala kemungkinan terbaik untuk meraih kemenangan,” ujar Nil Maizar seprerti dilansir situs AFF Suzuki Cup 2012.  “Kami harus tetap memberi perlawanan terbaik hingga laga terakhir untuk lolos ke semifinal.” beber mantan pelatih Semen Padang itu.

Menghadapi Malaysia, Indonesia kembali akan diperkuat kiper utamanya, Endra Prasetyo yang sempat absen di laga sebelumnya akibat mendapat kartu merah saat bertemu Laos. Begitu juga dengan pemain naturalisasi, Tonnie Cusell yang sudah pulih dari cedera. Satu-satunya pemain yang dipastikan tidak bisa tampil adalah Wahyu Wijiastanto. Bek bertubuh bongsor ini absen karena akumulasi kartu.

Andik Vermansyah yang tampil gemilang di dua laga juga akan menjadi tumpuan Indonesia dalam mengobrak-abrik pertahanan Malaysia. Pemain Persebaya Surabaya ini menjadi pahlawan kemenangan bersejarah Indonesia saat bertemu Singapura, Rabu lalu. Gol semata wayang yang dicetaknya saat itu memutus hegemoni The Lions atas Indonesia pada ajang yang dulu dikenal dengan nama Piala Tiger itu.

“Tim saya dalam kondisi yang baik dan semua siap untuk bertanding kecuali Wahyu yang sedang kena menjalani hukuman,” kata Nil Maizar.

“Saya berharap para pemain saya menunjukkan permainan terbaiknya di lapangan dan motivasi serta semangat bertanding yang bagus. Saya tahu Malaysia adalah tim yang tangguh dan mereka telah menunjukkannya saat mengalahkan Laos, Rabu lalu,” beber Nil.

“Mereka punya lebih banyak pemain berpengalaman dibanding kami. Namun, saya tetap yakin bahwa kami mampu meraih hasil yang bagus.”

Malaysia Bakal Lebih Agresif

Sementara itu, Pelatih Malaysia, Krishnasamy Rajagobal juga tak ragu dengan kekuatan timnya. Meski sempat melempem di laga perdana, Rajagobal yakin Harimau Malaya sudah menemukan bentuk permainannya saat mengalahkan Laos 4-1 di laga kedua babak penyisihan Grup B.

“Terpenting memberbaiki mental bertanding para pemain agar mereka mampu mengalahkan Indonesia pada pertandingan besok (Sabtu),” kata Rajagopal.”Kami harus teliti mengenai hal itu, namun kami tidak punya pilihan selain meraih kemenangan di laga ini,” tuturnya.

Rajagobal berjanji akan menginstruksikan pasukannya untuk tampil agresif saat bertemu Indonesia. Pelatih berusia 56 tahun itu tak lupa mengingatkan pasukannya untuk mewaspadai serangan balik lawan.

“Mereka harus menunjukkan rasa percaya diri yang sama seperti saat bertemu Laos serta melanjutkannya dan bermain lebih baik melawan Indonesia,” kata Rajagobal. Saat bertemu Indonesia, Malaysia kemungkinan tidak akan diperkuat oleh Khyril Muhymeen Zambri. Supersubs yang mencetak satu gol ke gawang Laos itu terancam absen karena mengalami cedera paha dan Rajagobal tak ingin ambil resiko.

Panas di Luar Lapangan

Rivalitas Indonesia dan Malaysia di lapangan hijau tak hanya soal merebut kemenangan saja. Suhu politik antar kedua negara yang terkadang memanas akibat berbagai isu juga membuat duel ini tergolong partai yang emosional. Akibatnya, ketegangan tak hanya terjadi di lapangan. Suasana di luar lapangan juga tak kalah panas.

Sebelum laga berlangsung, telah beredar rekaman video di mana suporter Malaysia terlihat menghina Indonesia lewat yel-yel mereka. Rekaman tersebut diunggah di situs youtube dan kini telah memantik kecaman dari para pendukung timnas hingga politisi Indonesia.

Salah seorang pendukung timnas, Sagir Alva mengaku dipukul oleh suporter Malaysia. Insiden ini terjadi saat ketua Ketua KNPI cabang Malaysia itu menyaksikan pertandingan Indonesia vs Singapura di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, Rabu lalu, 28 November 2012.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Mallarangeng meminta semua pihak untuk tidak terpancing dengan provokasi tersebut. Andi juga belum berniat mengajukan protes ke FIFA terkait aksi ini. Menurut Andi, pemerintah telah meminta jaminan keamanan dari Malaysia bagi WNI yang menyaksikan laga Indonesia vs Malaysia.

“Kami ingin jadi suporter teladan. Kami dukung timnas tanpa harus menghina, mengejek suporter lain sehingga semangat AFF menjali persahabatan bisa terus terjaga,” Andi melanjutkan. (ibk)

Rekor pertemuan Indonesia vs Malaysia di Piala Tiger/AFF

Piala Tiger 1996
13 September 1996: Malaysia 3-1 Indonesia (Semifinal)

Piala Tiger 2002
27 Desember 2002: Indonesia 1-0 Malaysia (Semifinal)

Piala Tiger 2004
28 Desember 2004: Indonesia 1-2 Malaysia (Semifinal Leg 1)
3 Januari 2005: Malaysia 1-4 Indonesia (Semifinal leg 2)

Piala AFF 2010:
1 Desember 2010: Indonesia 5-1 Malaysia (Penyisihan grup A)
26 Desember 2010: Malaysia 3-0 Indonesia (Final leg 1)
29 Desember 2010: Indonesia 2-1 Malaysia (Final leg 2)

Prediksi susunan pemain:
Indonesia: Endra Prasetya; Novan, Fachruddin, Handi Ramdan, Raphael Maitimo; Taufiq, Vendry Mofu, Rachmat Syamsuddin; Andik Vermansyah, Irfan Bachdim, Bambang Pamungkas

Malaysia
: Mohd. Farizal Bin Marlias; Mahalli Jasuli, Fadhli bin. Mohd Shas, Mohammad Azmi bin Muslim, Mohamad Aidil Zafuan; Wan Zak Haikal bin Wan Nor, Safiq bin Rahim, Mohd Shakir bin Shaari, Kunanlan Subramaniam; Mohd Safee Sali, Norshahrul Idlan bin Talaha