Pentagon (Foto: AP)

 

Pentagon dibuat kesal dengan adanya ulah seorang instrukturnya, yang mendorong para perwira militer AS untuk berperang secara total dengan Islam. Instruktur itu bahkan menganggap penting menghancurkan kota suci Makkah dan Madinah tanpa mempedulikan kematian warga sipil.

Materi dalam ajaran itu, seperti menampar pendapat Presiden Barack Obama yang menyebutkan, perang melawan teroris seharusnya tidak menyerang Islam. Detil mengenai ajaran itu bahkan disebarkan melalui sebuah blog bernama Wired.com.Apa yang didapat dari blog itu, ternyata diberikan oleh instruktur Letnan Kolobel Matthew Dooley pada Juli tahun lalu. Dooley saat ini memberikan kuliah mengenaii ‘Perspektif Islam dan Radikalisme Islam’.

Dalam kuliahnya Dooley menyarankan untuk menyerang Kota Suci Makkah, yang dapat menimbulkan efek seperti pengeboman Hiroshima dan Nagasaki serta Dresden, yang pada akhirnya menghentikan Perang Dunia II. 

Kuliah Dooley ini langsung dihentikan oleh Pentagon pada April, setelah beberapa siswa militer Joint Forces College di Virginia, melayangkan protes. Meskipun masih berada di kampus militer tersebut, namun Dooley sudah tidak lagi diberikan tugas mengajar.

Masalah ini pun menimbulkan efek domino pada beberapa lembaga keamanan di Negeri Paman Sam. FBI pun langsung merevisi materi instruksi untuk mengganti pelajaran yang menghina Islam.

“Ini benar-benar tidak bisa diterima, bertolak belakang dengan nilai-nilai Amerika. Materi tersebut sama sekali tidak memiliki bobot akademis. Ini sama sekali tidak bertanggungjawab,” ujar Panglima Militer AS Jenderal Martin Dempsey, seperti dikutip The Independent, Sabtu (12/5/2012).

Lewat materi kuliahnya, Dooley menyarankan rencana perang secara teori yang didasarkan pada serangan ideologi dan psikologi dalam melawan Islam. Dalam presentasinya Dooley menyatakan,”mereka (Islam) membenci semua yang kalian percaya dan tidak akan pernah mengakui keberadaan kalian.”

Dooley menambahkan, bila Amerika melancarkan perang ini, maka tidak perlu lagi bagi AS mengikuti Konvensi Jenewa. Serangan tersebut menurut Dooley, memungkinkan AS melakukan serangan dengan korban warga sipil yang banyak.

Dirinya pun menilai upaya pemimpin dunia untuk melakukan dialog dengan dunia Islam, sebagai perbuatan yang tidak logis. Baginya, cara paling tepat untuk mengatasi Islam adalah dengan berperang.