Meski ukurannya hanya sedikit lebih besar dari semut, Tomcat kini dianggap ancaman. Sudah banyak korban yang kulitnya gatal dan melepuh gara-gara cairan serangga ini, dari Jawa hingga Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Hewan yang mendunia dengan sebutan “rove beetle” itu juga tak memilih korban. Dari rumah susun sampai permukiman elit. Dari warga biasa hingga staf khusus Presiden. Bahkan, kediaman resmi Gubernur Jawa Timur, Gedung Grahadi, Jumat 23 Maret 2012, disemprot insektisida, untuk menangkal tomcat.

Hewan yang sejatinya sahabat bagi petani, karena menjadi predator wereng cokelat itu juga pernah membuat pusing tentara Amerika Serikat. Bahkan, sampai dibuat panduan khusus untuk menangani hewan itu.

“Panduan militer AS menginstruksikan tentara yang dihinggapi kumbang itu, tidak memukulnya. Racun yang bisa membuat iritasi sebenarnya ada dalam darah hewan itu,” demikian dimuat situs Global Post, Jumat 23 Maret 2012.

Departemen Dermatologi dari Pusat Medis Angkatan Laut San Diego dan Universitas California, dikutip dari Medscape News, menyebutkan banyak tentara AS terkena dermatitis saat mereka bertugas di Timur Tengah.

Militer AS bahkan menyamakan radang kulit akibat ulah Tomcat serupa efek senjata kimia yang dilarang digunakan berperang, di antaranya mustard gas, lewisite, dan herpes zoster.

Pada 2001, dilaporkan ada 191 tentara, sekitar 10 persen dari tentara Operation Enduring Freedom, terjangkit radang kulit saat bertugas di Pakistan. Sebanyak 30 pasukan khusus AS di Afganistan mengalami ruam kulit akibat Tomcat pada 2002. Pada 2007, giliran 20 tentara di pangkalan militer Balad, Irak, terkena gatal akibat ulah Tomcat.

Berikut cuplikan panduan soal tomcat yang dikeluarkan US Army Public Health Command:

T: Mengapa harus berhati-hati pada Tomcat?

J: Kumbang Paederus menjadi perhatian karena ia bisa mengeluarkan racun yang disebut paderin, saat ia mengenai kulit. Paderin bisa mengakibatkan dermatitis dan kulit melepuh yang bisa mengganggu tugas.

Gejalanya bisa disalahartikan sebagai luka lepuh akibat kumbang Cantharidin, getah tanaman beracun, ulat, atau senjata kimia.

Jika tak segera dicuci, tangan yang terkontaminasi cairan Tomcat bisa menyebarkan racun ke bagian tubuh lain. Rasa sakit luar biasa dan kebutaan sementara dilaporkan akibat pederin mengontaminasi mata.

T: Apa yang harus dilakukan jika menjumpai Tomcat di pakaian atau peralatan?

J: Halau dengan lembut hewan itu, bukan dengan tangan, tapi dengan benda lain. Hindari memencet hewan itu, agar racunnya tidak mengenai tangan.

T: Apa yang harus dilakukan jika tanpa sengaja tangan kita memencet Paederus?

J: Secepatnya, cuci dengan sabun dan air. Karena pederin secara perlahan masuk dalam kulit, mencucinya segera dengan sabun akan menghilangkan racun dalam jumlah besar, sebelum ia sampai membahayakan kulit.

Reaksi kulit terhadap pederin bisa terjadi antara 12 sampai 36 jam setelah kontak dengan cairan.

Kontak dengan pederin bisa menyebabkan dermatitis, yang diikuti dengan peradangan kulit menjadi merah dan seperti melepuh. Daerah kulit yang paling sering terkena adalah wajah, leher, bahu, lengan, dan sekitar pinggang. (art)

• VIVAnews