//

Ketua Komite Etik PSSI Todung Mulya Lubis (kiri) dan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin (kanan) (VIVAnews/Fernando Randy)

PSSI meminta maaf atas kekalahan yang dialami timnas atas Bahrain pada Pra Piala Dunia (PPD) 2014, Rabu, 29 Februari 2012. Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Tri Gustoro, lewat sebuah rilis, Kamis, 1 Maret 2012.

“Kami meminta maaf kepada seluruh bangsa Indonesia. PSSI sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk laga terakhir ini. Tim Bahrain bermain lebih baik dan menang dari kita,” katanya.

Timnas Indonesia dipermalukan Bahrain 0-10 di National Stadium, Bahrain, kemarin malam. Ini merupakan duel terakhir kedua tim di babak penyisihan Grup E PPD 2014. Meski berhasil menang dengan skor besar, namun Bahrain tetap gagal melaju ke babak utama.

Ini adalah kekalahan terburuk sepanjang sejarah sepakbola Indonesia. Sebelumnya kekalahan terburuk tim Merah Putih terjadi saat dilumat Denmark 0-9 di Copenhagen, 3 September 1974.

“Ini pekerjaan rumah terbesar PSSI. Laga tadi malam akan menjadi pendorong perbaikan Timnas kita. Kami akan membangun dan mengubah sistem yang kemarin masih lanjutan dari zaman dahulu,” katanya.

“Langkah awal sudah kami lakukan dengan membangun pusat pelatihan Timnas di Purwakarta. Senin lalu kesepahaman dengan Pemda yang diwakili oleh Bupati Purwakarta sudah dilakukan. PSSI akan membangun pusat pelatihan Timnas sebesar 22 hektar.”

“Dukungan sekecil apapun akan sangat kami hargai bagi pembangunan Timnas ini. PSSI akan sangat terbuka kepada setiap kritik dan masukan guna peningkatan kinerja kami,” kata Tri.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin masih sulit dihubungi. Mantan staf ahli Menpora itu tak kunjung membalas pertanyaan yang diajukan VIVAbola terkait kekalahan timnas. (eh)