Berita mengenai Darsem, TKI Arab Saudi. Setelah diberitakan wartawan media nasional bahwa Darsem, tenaga kerja wanita Indonesia di Arab Saudi, terancam hukum pancung, pemerintah Indonesia pun berusaha membebaskannya dengan membayar ganti rugi sekitar Rp4,7 miliar. Bukan hanya itu, bahkan masyarakat Indonesia menyumbangkan dana lewat TV One untuk membantu pembebasan Darsem.

Tapi setelah sumbangan warga dengan total Rp1,2 miliar itu diserahkan kepada Darsem, dia malah menjadi lupa diri. Darsem justru membeli rumah baru, mengadakan “pesta,” dan membantah (mengingkari) janjinya untuk membantu sesama serta memperbaiki jalan di kampungnya jika uang dari televisi tersebut telah diterimanya.

Berita tentang Darsem TKI Arab Saudi: membantah janji memperbaiki jalan rusak (Kompas.com)

Darsem, tenaga kerja Indonesia asal Subang yang sempat disebut-sebut terancam hukuman mati—yang telah menerima uang bantuan masyarakat senilai Rp 1,2 miliar membantah berjanji akan mempergunakan uangnya untuk memperbaiki jalan.

Dihubungi melalui sambungan telepon saat sedang berada di Indramayu, Selasa (26/7/2011) kemarin, Darsem berkilah, publik telah salah mengartikan pernyataannya. Darsem menyatakan, maksudnya bukan memperbaiki jalan, tetapi memperbaiki rumah barunya yang di pinggir jalan.

“Mungkin salah denger. Saya bilang akan memperbaiki rumah yang dipinggir jalan yang baru dilunasi jika uangnya sudah diterima. Gitu, Kang. Siapa yang mau memperbaiki jalan?” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah menerima dana bantuan dari pemirsa salah satu televisi swasta, Darsem mengaku akan menyumbangkan sebagian dana itu untuk memperbaiki jalan yang menuju ke rumahnya. “Insya Allah jalan yang rusak akan dibenerin,” kata Darsem kepada Kompas.com di rumahnya, Jumat (15/7/2011) malam silam.

Selain itu, Darsem pun mengaku akan membantu orang jompo dan akan mengutamakan acara khitanan anaknya yang rencananya akan dilaksanakan setelah Lebaran ini.

Untuk bekal hidup di masa depan, Darsem akan membeli rumah dekat dengan rumah orangtuanya. “Saya ingin yang tidak jauh dari orangtua, tetapi belum saya tawar,” ujar Darsem.

Sebagai modal hidup, Darsem berencana akan membeli sawah dan kapal penangkap ikan. Menurut Darsem, dengan modal tersebut diharapkan ia bisa membesarkan Sapi’i, anaknya, dengan pendidikan yang baik.

Darsem adalah TKI bermasalah yang terbilang beruntung. Ia disebut-sebut terancam hukuman mati karena tuduhan pembunuhan terhadap kerabat majikannya.

Belakangan diketahui, Darsem belum pernah menerima vonis atas tuduhan tersebut. Sementara ahli waris korban konon kabarnya bersedia memaafkan dengan diyat sebesar 2 juta riyal atau Rp 4,7 miliar. Darsem berhasil pulang setelah pemerintah disebut-sebut telah membayar diyat kepada keluarga korban.

Sumber berita tentang Darsem TKI Arab Saudi yang telah menerima uang miliaran rupiah bantuan pemirsa TV One: Kompas.com.

Publik kecewa pada Darsem, TKW Indonesia di Arab Saudi, setelah dia menerima miliaran uang sumbangan masyarakat.

Saya membaca di sejumlah blog, situs berita, forum, situs sosial-media seperti Google Plus, dll, banyak orang merasa kecewa melihat Darsem. Ada yang berkomentar di Kaskus:

pada nyesel deh yg udah ikut nyumbang. mendingan di hukum mati aja deh ni orang, kliatan serakah amat.

Waduh malah buat bangun rumah…parah nih… kok untuk keperluan pribadi… mendingan diberikan kepada yang lain yang bener2 kena vonis. kasihan yang mahasiswa yang turun ke jalan tuh gan sampe panas2an teriak2 klo uangnya buat bangun rumah… kasihan media jg ribut2 tp masalah darsem tp ternyata untuk benerin rumah.

 

http://jararsiahaan.com/berita-tentang/darsem-tki-arab-saudi/420/