detail berita

Rumor mengenai kiamat suku Maya yang terjadi di 21/12/2012 terus bergulir. Sebagian kalangan mengatakan bahwa isu ini hanyalah isapan jempol belaka, namun sebagian lainnya mencoba mengaitkan peristiwa ini dengan ilmu pengetahuan.

Dilansir Ibtimes, Rabu (19/12/2012), NASA meyakini bahwa akhir dari dunia yang terjadi di 2012 serta kalkulasi kalender suku Maya adalah salah. Mayoritas percaya bahwa tanggal tersebut hanya menandakan siklus waktu yang baru.

Skenario kemudian berlanjut dengan penjelasan ilmiah, yang dikait-kaitkan akan menimbulkan ketidakseimbangan yang kabarnya akan terjadi di akhir Desember 2012 ini. Ketakutan mengenai munculnya kiamat 2012 ini, menyebut dua persitiwa alam seperti badai Matahari raksasa dan kesejajaran planet-planet.

Fenomena badai Matahari atau Corona Mass Injections (CME), disebut-sebut akan terjadi yang menimbulkan gangguan terhadap kehidupan di planet, termasuk Bumi. Konon, letupan atau jilatan api raksasa ini akan melepaskan sejumlah awan elektron, ion dan atom melalui corona Matahari ke luar angkasa.

CME ini akan menyebarkan angin surya dan medan magnetik ke seluruh penjuru di luar angkasa. Sehingga, bila intensitas CME yang besar ini akan menerpa Bumi, maka akan menyebabkan badai geomagnetik yang melumpuhkan tenaga listrik untuk periode waktu yang lama.

Selain itu, berdasarkan pengamatan radio teleskop Murchison Widefield Array di Australia, menemukan bahwa CME ini bisa berpotensi merusak satelit komunikasi, tenaga listrik serta sistem navigasi GPS. Sementara untuk kesejajaran planet-planet di sistem Tata Surya, maka kabarya akan membuat Bumi menjadi sepenuhnya gelap gulita.

Dalam astronomi, ada istilah syzygy yang merupakan konfigurasi garis lurus pada tiga planet di sistem gravitasi. Oleh karena ketiga planet ini berada dalam posisi yang sejajar, maka akan ada daya tarik menarik gravitasi yang kuat, sehingga memengaruhi kestabilan planet.

Dengan demikian, konon, akan ada saling tubruk antara benda luar angkasa, yang juga berpotensi menimbulkan tabrakan antar planet di luar angkasa. Selain itu, dampak lain yang bisa dialami planet seperti gempa bumi, letusan gunung api serta perubahan kutub dan sumbu planet.