//

Dubes RI untuk Swiss Djoko Susilo (Situs KBRI Swiss)

Duta Besar RI untuk Swiss Djoko Susilo menyatakan sudah sekitar satu tahun menelusuri keberadaan Yayasan New7Wonders yang menggelar pemilihan 7 keajaiban baru dunia. Taman Nasional Komodo merupakan salah satu kandidatnya. Hasil penelusuran tim kedutaan yayasan ini palsu.

“Ini yayasan abal-abal. Kami sudah tongkrongi, bukan 1-2 jam tapi sehari penuh. Tidak juga ditemukan orang-orangnya,” kata Djoko saat diwawancarai VIVAnews.com lewat telepon, Selasa 1 November 2011.

Alamat kode pos New7Wonder Foundation disebutkan berada di Hoeschgasse 8, P.O. Box 1212, 8034 Zurich. Menurut Djoko alamat itu tidak benar. Alamat kode pos yang ada seharusnya Hoeschgasse 8, P.O. Box 1212, 8008 Zurich. Dan di lokasi itu tidak ditemukan kantor yayasan, melainkan Museum Heidi Weber.

Museum hanya buka pada musim panas yakni Juni, Juli, Agustus, dari pukul 14.00-17.00. “Tidak ada satupun orang di Swiss, atau minimal tetangga yang berada di dekat situ, yang mengenal Yayasan 7Wonders,” Djoko menegaskan.

Djoko, politisi PAN yang menjabat duta besar sejak Maret 2010, mengaku sudah mengerahkan tim sejak awal dia menjabat. Hasilnya nihil. Tim tidak pernah berhasil menemukan di mana kantor yayasan itu berada.

“Saya sudah mengunjungi semua di sini. Pejabat Swiss dan kalangan media tidak ada yang tahu soal yayasan itu,” katanya.

Menurut Djoko, mendirikan yayasan di Swiss bukanlah perkara sulit. Jadi, siapapun bisa saja mendirikan yayasan dengan alasan apapun. “Alamatnya bukan numpang di museum, tapi memang tidak ada.”

Sebelumnya, Ketua Pendukung Pemenangan Komodo Emmy Hafild menegaskan isu Yayasan New7Wonders palsu terlalu mengada-ada. Dia bahkan mengibaratkan polemik ini bagai makanan basi yang kembali dihangatkan guna menjegal kemenangan Pulau Komodo.

“Yang ribut-ribut masalah ada biaya-biaya itu kan hanya Maladewa dan Indonesia, sedangkan 26 negara lain yang mengikuti santai saja. Akhirnya, kompetisi ini diteruskan oleh kelompok masyarakat, jadi sebenarnya tak ada hubungan dengan pemerintah,” kata Emmy kepada VIVAnews.com, Minggu malam kemarin.