Peristiwa terjadi mulai dari pagi hingga mendekati tengah hari. Roh pengganggu batin siswa tersebut meminta darah dan bantuan untuk membalas dendam.

Kejadian bermula ketika siswa memulai aktivitas belajar pada pagi hari. Saat itu yang terkena ganggunan mahluk halus hanya dua orang siswa di kelas 10.5. Kemudian setelah siswa kelas tersebut dipastikan pulih, tiba-tiba siswa kelas 10.2 gantian kesurupan. Berikutnya kelas 10.1 yang diganggu oleh mahluk halus tersebut.

Datangnya tidak secara bersamaan begitu. Hanya beberapa orang saja yang kesurupan, kemudian pindah ke kelas-kelas lain sampai siang hari,”ungkap Annisa, seorang siswa. Siswa yang kesurupan berteriak- teriak histeris dan kejang-kejang.
Bahkan ada siswa yang kondisinya sangat lemah dan tidak bisa disadarkan di sekolah, dijemput pulang oleh orang tuanya. Sementara siswa lain yang sebelumnya kesurupan, kemudian berhasil disembuhkan tetap melanjutkan proses belajar mengajar sampai jam pulang sekolah.

Annisa menjelaskan, saat teman-temannya kesurupan, dirinya sempat mendengar bahwa suara setan yang merasuki jiwa teman-temannya merupakan perempuan. Kemudian dirinya juga mendengar bahwa suara aneh tersebut meminta darah, serta meminta bantuan untuk membalaskan dendamnya. Bahkan, suara wanita yang merasuki temannya itu mengatakan dirinya menjadi setan penasaran karena meninggal setelah diperkosa di hutan pinus (hutan kota).

‘Setannya juga meminta bantuan untuk membalaskan dendamnya membunuh si pemerkosa ,” ungkap Annisa.

Kejadian kemarin (23/11/2010) merupakan peristiwa kesurupan kedua kalinya. Sebelum itu kejadian serupa juga terjadi satu hari sebelumnya. Saat itu siswa yang terserang kesurupan lebih banyak dibandingkan yang terjadi pada hari selasa lalu. Kendati demikian siswa tetap tidak diliburkan dari sekolah dan belajar tetap belangsung.

Setiap ada siswa yang kesurupan langsung di bawa keluar kelas dan dipisahkan dari teman-teman. Jadi proses belajar tetap berjalan sebagaimana biasa,”ungkap Annisa.

Nur Hamid Hadi SPd Kepala SMAN 11 Kota Jambi saat dikonfirmasi di kantornya membenarkan adanya peristiwa kesurupan tersebut. Hanya saja dirinya mengatakan bahwa peristiwa tersebut masih mampu diatasi oleh pihak sekolah. Bahkan dirinya juga memastikan bahwa proses belajar mengajar tidak terganggu sama sekali.

Seluruh siswa tetap kita wajibkan belajar dan tidak kita liburkan,” ungkapnya.

Nur Hamid Hadi sendiri tidak bisa memastikan berapa siswanya yang mengalami kesurupan dengan alasan bahwa dirinya tidak melihat langsung. Namun, dirinya mengetahui bahwa rata-rata kejadian tersebut memakan waktu antara 3-10 menit. Akan tetapi ada juga satu siswa yang terbilang lebih lama kerasukan, hingga di antarkan kembali ke keluarganya.

‘Ada satu siswa yang dijemput orang tuanya karena kondisinya sangat lemah,” ungkap kepala sekolah.

Penanganan siswa yang kesurupan tersebut masih dilakukan oleh para majelis guru dan beberapa walimurid yang mengerti. Setelah coba di tenangkan oleh beberapa guru agama dan majelis guru lainnya serta bantuan wali murid kebanyakan siswa cepat kembali sadar dan langsung dapat mengikuti proses belajar kembali.

Bila ada cepat kita evakuasi dan kita coba kembalikan kesadarannya. Setelah itu mereka kembali belajar. Siswa yang terganggu juga tidak banyak diperkirakan lebih kurang 5 orang,”ungkapnya.

Untuk mengantisipasi terjadi hal yang sama kata Kepsek, pihak sekolah melakukan doa bersama. Sejauh ini menurut Nur Hamid Hadi, para guru yang bisa membantu yang melakukan antisipasi sisiwa yang kesurupan. Ia mengaku kalau belum memanggil orang pintar yang bisa mengatasi kesurupan siswa-siswanya

‘Kalau kita lihat, anak-anak ada yang kurang istirahat, pikirannya lagi kosong, dan sebagai orang beriman, kita melakukan doa bersama. Karena ternyata setelah dicek, memang anak-anak yang kena kurang tidur, dan kondisinya yang lemah,’ kata Kepsek